Bantuan Tak Kunjung Tiba, Pasien Isolasi Mandiri PPKM Inhil Mengeluh

Bantuan Tak Kunjung Tiba, Pasien Isolasi Mandiri PPKM Inhil Mengeluh

INDRAGIRI HILIR, RANAHRIAU.COM- Pasien isolasi mandiri (Isoman) yang berada kawasan Posko PPKM di Jalan pangeran Hidayat, Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengeluh karena belum juga mendapatkan bantuan.

Hal tersebut terungkap setelah awak media mendatangi sebuah lorong yang diketahui ada ratusan pasien isolasi mandiri dan puluhan pasien positif Covid19.

Camat Tembilahan Kota, Lukman Hakim yang didampingi Lurah Budiono, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, saat ditemui awak media dilokasi Posko PPKM menjelaskan ada belasan rumah yang terpapar Covid19.

"Ada 16 dari 60 rumah yang terpapar positif Covid19 sejak Sabtu 26 Juni 2021, dari total 16 rumah tersebut terdapat 25 orang Pasien positif, dan saat ini sudah dibawa ke Ruang Isolasi Islamic Center," ujar Camat Lukman Hakim, Senin (28/6/2021) sore.

Sementara itu, Lukman Hakim juga mengungkapkan bahwa masih ada 34 orang lagi yang masih ditunggu hasil swabnya setelah dilakukan Swab masal ditanggal 28 Juani 2021.

"Insyaallah akan keluar hasilnya dua hari yang akan datang," Tambah Camat.

Selain itu, Warga setempat yang di isolasi mandiri menjelaskan bahwa sejak hari pertama dinyatakan akan diberlakukan PPKM merasa kewalahan.

"Sejak hari pertama tidak ada bantuan apa-apa, sembako dirumah masing-masing rata-rata sudah mulai habis, cuman pagi tadi ada dikasih sarapan, mungkin itu dari Pemerintah Kecamatan," Ujar Rini.

Ironisnya lagi, Rini juga menyebutkan bahwa sembako yang dicari sekitar lokasi isolasi mandiri sulit didapatkan.

"Susah pak, mungkin warga diluar RT kami pada takut untuk transaksi sama kami," tambahnya lagi.

Terakhir Rini berharap agar Pemerintah dan pihak terkait segera bertindak mencarikan solusi bantuan sembako untuk warga setempat.

"Kami minta tolong kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir agar dicarikan solusi bantuan, kami mau belanja diluar susah, yang dicari selalu dibilang habis," Harap Rini yang kesehariannya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :