Tidak Ada Kejelasan Pengurus Koperasi

Forum Amal Dibentuk, Bertekad Juang Bersama Anggota Koperasi

Forum Amal Dibentuk, Bertekad Juang Bersama Anggota Koperasi

Ilustrasi

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Sehubungan dengan kondisi yang semakin tidak jelas, kerjasama antara PT. Mapala Rabda dengan Koperasi Tani Hutan Usaha Bersama (KUB) dan Koperasi Tani Hutan Tuah Sekato (KTS) di lingkungan Kecamatan Bandar Laksamana dan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, beberapa pemuda bersepakat untuk menjawab permasalahan yang dialami oleh anggota koperasi KUB dan KTS. 

Adapun jumlah anggota KUB sebanyak 2.535 orang dan anggota KTS sebanyak 3.044 orang,
dengan semangat perjuangan bersama-sama dengan anggota koperasi maka kami membentuk forum Angkatan Muda Aksi Lingkungan (AMAL) Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. 

Berdasarkan kesepakatan beberapa hari yang lalu, kami diberi amanah oleh kawan-kawan untuk mengkoordinir forum ini, dari situasi dan kondisi yang terjadi antara pihak koperasi dan pihak perusahaan yang tidak ada kejelasan dan titik temu terkait kerjasama. 

"Maka, kami dari kelompok pemuda bersepakat membentuk forum AMAL yang nanti akan mencari kejelasan atas masalah yang terjadi," kata Andika Dwi Hariadi kepada wartawan, Selasa (15/6/2021) via berbagi pesan WhatsApp.

Lanjutnya, hal ini berangkat dari ketidak jelasan kedua pihak dalam memberi keterangan terhadap kerjasama selama ini. Baik dari pihak perusahaan mau pun dari pihak koperasi. 

"Kini tidak satu pihak pun yang mampu menyakinkan anggota koperasi mengenai pola kerjasama hingga bagi hasil dan seterusnya," ungkap Andika.

Hari ini kami telah menghimpun data dari hasil RUPS PT. Bukit Batu Hutani Alam dan PT. Sekato Pratama Makmur dengan segala kejanggalannya, dan perlu dipertanyakan sedetail mungkin untuk mengetahui kondisi real dilapangan, apakah direalisasi atau tidak. 

"Karena tidak satu pun koperasi baik KUB mau pun KTS tidak mampu memberikan penjelasan kerjasama antara kedua belah pihak. Persoalan ini bukan barang baru melainkan masalah lama yang tak kunjung selesai," kata sumber lagi.

Logikanya sederhana, mesti berganti pengurus koperasi namun pola kerjasama tidak diperbaharui, bahkan tidak mensejahterakan anggota koperasi sebagai bagian dari mitra.

Tentu dengan semangat memperoleh kejelasan, jika tidak terpenuhi keinginan 5000-an anggota koperasi barangkali operasional perusahaan pantas ditutup. 

"Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak termasuk pemangku kepentingan Camat Bandar Laksamana dan Kepala Desa untuk memberikan dukungan untuk kebaikan bersama antara koperasi dan perusahaan," tutupnya.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :