Hut Inhil ke-56, Senator Edwin : Perlu Ada Inovasi, Agar Kelapa Inhil Menyapa Dunia

Hut Inhil ke-56, Senator Edwin : Perlu Ada Inovasi, Agar Kelapa Inhil Menyapa Dunia

Bupati Inhil, H.M. Wardan dan Anggota DPD RI asal Riau, Edwin Pratama Putra

JAKARTA, ranahriau.com - Sempena ulang tahun Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ke-56 pada tahun 2021 ini masih banyak harapan dan rencana untuk kemajuan daerah yang belum tercapai secara menyeluruh. Tujuan pembangunan yang pada dasarnya teruntuk masyarakat, dapat dikatakan masih berprogres.

Daerah yang terkenal dengan komoditi kelapa kopra ini sejatinya patut menjadi primadona untuk pendapatan daerah bahkan negara. Bagaimana tidak sekitar 10 juta butir kelapa bisa dihasilkan perharinya dari Inhil.

Kepada Ranahriau.com saat dikonfirmasi, Senin (14/6/21) terkait hal ini, Anggota DPD RI dari Riau, Edwin Pratama Putra, mengatakan jika kelapa di Inhil sangat berpotensi membawa Inhil bahkan Provinsi Riau lebih maju disuatu saat nanti. Sebab luas perkebunan kelapa yang mencapai 484.267 Ha (berdasarkan data Rencana Program Investasi Jangka Menengah / RPIJM Inhil 2015-2021) tentu menjadikan Inhil penghasil kelapa terbesar di dunia.

Hanya saja, kata Edwin, titik hulu dan hilir industri kelapa mesti ada inovasi, agar dapat mendongkrak pendapatan baik untuk petani maupun menambah pendapatan asli daerah.

"Seperti sektor hulu nya kebun kelapa sudah banyak yang masuk masa usia replanting. Namun kendalanya sebagian besar kebun dimiliki oleh masyarakat, tentu terkendala dengan modal, kemudian faktor usaha tani kelapa yang masih banyak melakukan teknik budidaya tidak sesuai dengan cara yang benar," ujarnya.

Sebenarnya kata dia, di Inhil bisa menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG) Kelapa Kopra. Agar ada harga jual yang 'sehat' bagi petani meski dengan mekanisme tunda jual pada saat musim panen tiba. Hanya saja SRG selama ini banyak menemui kendala dilapangan diantaranya keterlibatan pemerintah dan kelembagaan petani belum optimal.

Untuk hilir nya yakni kapasitas penampungan dan pengolahan perusahaan setempat belum sanggup. Karena hanya ada 5 perusahaan yang bergerak dibidang perkelapaan, akhirnya harga dipasar lokal kian tertekan.

"Selain itu untuk infrastruktur yang dibutuhkan petani juga harus mengalami kemajuan. Akses dari desa ke kota tentu mesti tersedia. Saya yakin Bupati Inhil sudah merancang dan melaksanakan program memajukan daerah terlebih dengan keberadaan kelapa. Hanya saja saat ini kita secara nasional sedang mengalami pemulihan ekonomi dalam situasi pandemi, Covid-19" paparnya.

Senator dari Riau ini mengajak bagi para pengusaha dan pemodal yang tertarik dibidang kelapa, khusus komoditi kelapa kopra untuk berinvestasi di Indragiri Hilir.  Dan Pemda setempat juga membuka tangan untuk hal itu, serta melakukan inovasi-inovasi pembangunan, percepatan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Tahniah, selamat hari jadi kabupaten indragiri hilir, negeri seribu parit, dengan kelapa menyapa dunia." Tutupnya. (Nof)

Editor : Ahnof
Komentar Via Facebook :