Surat Terbuka Masyarakat Provinsi Riau 

Menyikapi Kisruh Atlet Lolos PON XX PAPUA 2021 dan Keberpihakan PB Muaythai

Menyikapi Kisruh Atlet Lolos PON XX PAPUA 2021 dan Keberpihakan PB Muaythai

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Polemik kelolosan Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai ke PON Papua 2021 yang bergulir di BAORI KONI Pusat, terus menjadi perhatian masyarakat Riau. 

Keseriusan tersebut dibuktikan beredarnya "Surat Terbuka" masyarakat Provinsi Riau yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Menpora, Ketum KONI Pusat, Gubernur Riau, Gubernur Kepri, Gubernur Lampung, Gubernur Kalbar, Plt. ketum KONI Riau, Ketum KONI Provinsi Kepri.

Dan ditujukan juga kepada, Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Ketum KONI Provinsi Kalbar, supaya menaruh perhatian khusus terkait nama atlet dan Provinsi yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua hasil PORWIL X Sumatra dan pra kualifikasi tahun 2019.

foto : Zulfikar Sekum DPD KNPI Kab. Rohil

Zulfikar Sekretaris Umum (Sekum) DPD KNPI Kabupaten Rokan Hilir kepada wartawan mengatakan, atlet yang diharuskan bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas serta siap kalah maupun menang, berbanding terbalik dengan kebijakan dari Ketum PB Muaythai Sudirman dengan memaksakan provinsi Lampung, Kepri dan Kalbar lolos ke PON Papua 2021. 

Mereka sebagai pengurus cabor, telah membutakan mata dan hatinya karena sifat egois yang tinggi dalam dirinya. Atlet Provinsi yang seharusnya lolos PON sesuai aturan yang berlaku. Namun, dikarenakan sarat dengan kepentingan-kepentingan politis, maka akhirnya atlet tersebut diganti dengan atlet yang seharusnya tidak lolos PON. 

"Nah, ini membuktikan adanya ketidak adilan, profesionalitas dan sportifitas dalam menetapkan atlet Propinsi yang lolos PON," ungkap Zulfikar, Minggu (13/6/202) via pesan WhatsApp.

Lanjutnya, karena jika daerah tak lolos prakualifikasi bisa "diatur" lolos ke PON, tentu dalam perolehan medali di PON Papua khusus cabor Muaythai dapat "dikondisikan".

Hal ini harus segera diantisipasi sejak dini. Bahkan jika perlu, kami usulkan kepada Pemerintah khususnya Presiden, Menpora, KONI Pusat juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar pelaksanaan PON XX Papua menjadi atensi khusus.

"Berkaitan dengan adanya bonus yang dijanjikan daerah-daerah (Provinsi) kepada atlet peraih medali di PON Papua. Nantinya karena ada Miliaran uang yang akan beredar disitu, makanya celah tindak pidana Korupsi berawal dari hal tersebut," kata Zulfikar.

foto : Bobby Iskandar Ketua SAPMA PP Meranti

Dukungan juga datang dari Ketua SAPMA Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Meranti Bobby Iskandar,  kami tak rela dan takkan diam jika kebijakan Pengurus Besar (PB) Muaythai merugikan atlet Provinsi Riau untuk berprestasi di PON Papua 2021. 

"Seharusnya Sudirman sebagai ketum PB Muaythai adalah menjadi contoh yang baik kepada hierarki dibawahnya, bukan malah mempertontonkan kekuasaannya yang menimbulkan konflik menjelang PON, dengan menguntungkan pihak tertentu dan merugikan masa depan atlet Riau khususnya dan Sumatera umumnya,"  Ujar Bobby Iskandar.

Tambah Bobby, kami dapati informasi bahwa Sudirman ini pernah di copot sebagai ketua BAORI pada Munasorlub KONI Pusat tahun 2018. Dasarnya adalah pertama, rangkap jabatan, kedua banyak keputusan yang tidak transparan, dan ketiga tidak mampu menyusun kepengurusan yang baik.

Hal ini tentu sudah menjadi catatan buruk terkait independensi beliau dengan jabatan dan keputusannya saat ini. 

"Saya meminta kepada masing-masing Gubernur dan ketua KONI provinsi Lampung, Kepri dan Kalbar agar berjiwa besar dan tidak ikut "permainan" pengurus cabor di provinsi dimaksud dan PB Muaythai yang punya kepentingan disitu," pintanya.

Sebagai pemimpin, Bobby menyebutkan, jadilah tauladan bagi kami generasi muda yang berharap prestasi olahraga Indonesia tiap daerah dibangun dengan cara yang terhormat dan bermartabat, bukan dengan pemaksaan kehendak.

Sebagai bagian dari perwakilan masyarakat Provinsi Riau, berharap hal ini terus berlanjut hingga ada Keputusan dari majelis hakim BAORI.

"Kita minta kepada Ketum KONI Pusat  Letjen TNI (purn) Marciano Norman, jika dimungkinkan agar PB Muaythai dibekukan dan KONI mengambil alih pelaksanaan Organisasi Muaythai di PON XX Papua," tegas pria yang akrab dipanggil Way Meranti, mengakhiri.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :