Momentum Hari Lahir Pancasila, Hilangkan energi Korupsi dalam Jiwa Kita

Momentum Hari Lahir Pancasila, Hilangkan energi Korupsi dalam Jiwa Kita

RANAHRIAU.COM- Momentum Hari Lahirnya Pancasila, Pengurus LSM Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamatan Lingkungan sangat mengharapkan, segenap lapisan Masyarakat dengan semangat Pancasila ini mampu menghilangkan energi korupsi dalam jiwa Rakyat Indonesia terkhususnya para elit pemangku kepentingan bangsa.

Karena Korupsi tidak sejalan dengan cita-cita luhur berkeadilan sosial bangsa dalam mengiplementasikan pembangunan untuk mensejahterakan Rakyat Indonesia.

Hilangkan Energi Korupsi dalam jiwa kita semuanya, Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 - 1 Juni 2021

Dari hasil diskusi Penghayatan Pengamalan Pancasila yang yang masuk ke nomor 0821 7019 5529 WA Pengurus LSM. Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamatan Lingkungan.

 Yang dihasilkan Sebuah WAG lebih kurang seperti ini, ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa. 

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.

Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT. dan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

Hormat- menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Saling hormat menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. 

Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 

Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia.

Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tidak semena mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan.

Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat - menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia 

Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi / golongan. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Cinta Tanah Air dan Bangsa.

Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber - tanah Air Indonesia Memajukan per - pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber Bhinneka Tunggal Ika. 

Sila Keempat : Kerakyatan Yang di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. 

Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.

Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima & melaksanakan hasil musyawarah. Musyawarah dilakukan dgn akal sehat & sesuai dengan hati nurani yang. luhur. Keputusan yg di ambil harus dapat diper-tanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. 

Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. Tdk bersifat boros. Tidak bergaya hidup mewah.

Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Suka bekerja keras. Menghargai hasil karya orang lain. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :