Strategi 14 Hari Pemko dalam Penanganan dan Pengendalian Covid 19

Strategi 14 Hari Pemko dalam Penanganan dan Pengendalian Covid 19

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota Pekanbaru telah melakukan beberapa langkah dan strategi, hal ini disampaikan oleh Walikota Pekanbaru, H. Firdaus, MT kepada para wartawan dalam konferensi Pers Launching Bus Vaksinasi yang bertempat di Halaman Mal Pelayanan Publik Pekanbaru, Kamis (27/05/2021).

Dalam keterangannya Firdaus menyampaikan perlu kerjasama dan kordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka gerakan bersama untuk menekan angka penyebaran Covid. “kita sudah sama-sama tahu bahwa sampai saat ini Provinsi Riau masih dalam posisi teratas dalam Peningkatan penyebaran Covid, dan Kota Pekanbaru sebagai salahsatu penyumbang terbesar untuk angka tersebut, oleh karena itu perlu beberapa strategi yang harus dilakukan dalam menekan angka penyebaran tersebut”, ujarnya.

Lebih lanjut Firdaus mengatakan bahwa upaya-upaya yang selama ini dilaksanakan dalam rangka  pengendalian covid yang dilakukan oleh pemerintah dan elemen masyarakat ternyata tidak menimbulkan perubahan yang berarti dalam mengurangi angka kenaikan covid.

“Oleh karena itu dalam 14 hari kedepan kita akan melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap aktifitas masyarakat dengan melakukan pembatasan gerak masyarakat dan pemantauan di tempat-tempat kuliner dan hiburan, selain itu juga melakukan Rekonvesional kendaran baik dari tim TNI POLRI maupun dari satgas Covid Kota pekanbaru dalam memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, serta meningkatkan angka penelusuran terhadap mereka yang positif”, ungkapnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru juga akan melakukan vaksinasi secara bertahap kepada kelompok masyarakat yang berada di kota pekanbaru, Mulai dari Tenaga pengajar, Rohaniawan, Rt/Rw, Tokoh masyarakat serta Kelompok para pelaku usaha penggerak ekonomi. Untuk Tenaga pengajar, mulai dari pendidikan jenjang PAUD sampai ke perguruan Tinggi.

“Kita sudah mulai masuk kelingkungan kampus, seperti yang sudah diadakan di UIN Suska kemaren, untuk UIN Suska terdapat tenaga pengajar dan tenaga pendukung yang berjumlah sekitar 1500 orang, sedangkan untuk  mahasiswa berjumlah 30.000 orang. Untuk saat ini vaksinasi difokuskan kepada tenaga pengajar dan tenaga pendukung, nantinya seluruh Mahasiswa yang mengikuti proses belajar mengajar akan diwajibkan untuk mengikuti vaksin”, ujar Firdaus.

 

Vaksinasi juga akan dilakukan untuk kelompok imam, pengurus dan petugas Masjid Mushalla sekota Pekanbaru, saat ini di Pekanbaru untuk Jumalh masjid dan Musholla ada sekitar  1337 Masjid dan Musholla, untuk selanjutnya akan dilakukan vaksinasi terhadap 10 orang perumah ibadah yang aktif dan selalu setiap waktu datang ke masjid atau musholla. Untuk pelaksanan Vaksinasi terhadap para Pengurus Masjid dan Musholla akan direncanakan pada hari minggu bertempat di Masjid Raya Annur, tempat ini dijadikan arena vaksinasi  dengan pertimbangan tempat vaksinasi dan lahan parkir yang luas.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden RI, Jokowi Widodo beberapa hari yang lalu, Pemerintah Kota Pekanbaru sudah targetkan hampir 30.000 orang yang mendapatkan vaksinasi.  Dari 1.136.000 warga Pekanbaru wajib divaksin 730.000 orang. Saat ini warga yang selesai divaksin 100.000 orang, Berarti masih ada 630.000 orang lagi yang akan divaksin.

50.000 dosis vaksin yang diberikan oleh Presiden dalam kunjungan kerjanya  kurang lebih 630.000 warga yang tercatat divaksin sampai desember yang akan datang, kita membutuhkan 100.000 vaksin untuk tahap pertama, jika ditotalkan vaksinasi tahap pertama dan kedua maka kita akan membutuhkan sekitar 1.260.000 Vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat sampai Desember mendatang. Setelah vaksinasi untuk fasilitasi pelayanan pubik, akan dilanjutkan dengan vaksinasi untuk pedagang-pedagang yang berada di pasar tradisional.

Pemko Pekanbaru juga meperhatikan Program percepatan vaksinasi untuk kelompok lansia, “Dalam pengamatan yang selama ini didapatkan dilapangan, jumlah angka kematian akibat covid di pekanbaru sebagian besarnya dari kalangan yang lanjut usia, “oleh sebab itu vaksinasi untuk lansia tetap diutamakan, agar lebih cepat, kita akan jemput bola, dalam program ini akan dilakukan penegasan dengan forum RT/RW, dimana nantinya, setiap RT wajib tahu berapa jumlah KK warga, dan berapa jumlah lansia dan anak-anak, serta berapa yang wajib vaksin serta berapa yang tidak butuh di vaksin”, papar Firdaus.

Untuk Lokasi vaksinasi massal terdiri dari 4 wilayah, untuk wilayah barat akan dipusatkan di RS. Madani untuk kecamatan Tuah Madani dan kecamatan Bina Widya), Untuk Wilayah Selatan akan berlokasi di Gedung Guru PGRI di Jalan Arifin Ahmad (untuk kecamatan Bukit Raya dan Marpoyan Damai), Kecamatan Tenayan Raya dan Sail di puskesmas Rejosari, Kecamatan Pekanbaru Kota bisa dititipkan dengan Payung sekaki di beberapa tempat untuk umum, sementara itu untuk Kecamatan Rumbai dan Rumbai Barat dan Rumbai Timur akan di ditempatkan di Stadion Bola Kaki.

“Sasaran kita adalah untuk jemput bola kepada lansia dalam pelayanan vaksinasi, sehingga memperkuat dari tim yang sudah ada serta membantu tempat vaksinasi untuk publik, untuk Kelompok dunia usaha kita minta bantu kepada tim relawan, yang bertempat di Hotel Furaya dan Novotel karena mempunyai tempat yang luas dan sangat efektif untuk vaksinasi massal, dengan adanya program ini diharapkan akan membentuk kekebalan komunitas. Sehingga bangsa dan Negara ini bisa terbebas dari Covid, sehingga berdampak pada naiknya Sektor Perekonomian”, imbuhnya.


 

 

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :