Bangunan Mangkrak, Diduga Mantan Kepsek Muhammadiyah Lakukan Penggelapan

Bangunan Mangkrak, Diduga Mantan Kepsek Muhammadiyah Lakukan Penggelapan

Sumber: AJMscafolding.com

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Pembangunan gedung salah satu sekolah Swasta yang berada di bawah Yayasan Muhammadiyah di Pekanbaru mangkrak. Diduga oknum petinggi sekolah tersebut melakukan penggelapan pada anggaran pembangunannya. 

 

Bangunan yang rencananya diperuntukkan untuk aktifitas belajar mengajar tersebut, dimulai pengerjaannya dari tahun 2013 silam. Berselang 8 tahun bangunan tersebut tak juga kunjung selesai. Sedangkan pinjaman yang didapat dari beberapa bank berdasarkan riwayat peminjaman mencapai total pinjaman sebesar lebih dari 42 Milyar Rupiah sudah cair semua. 

 

Berdasarkan investigasi singkat yang dilakukan pewarta ranahriau.com, ternyata telah dibentuk tim investigasi dan verifikasi yang bertugas untuk mengaudit pengerjaan pembangunan gedung tersebut. 

 

Ketika pewarta menjumpai salah seorang anggota tim Investigasi Dr. Irwandra, MA pada Senin (19/04/21), didapatkan informasi bahwa diduga telah terjadi kecurangan pada proses pembangunan gedung. Dari hasil audit yang telah dilakukan oleh tim verifikasi dan investigasi ditemukan lebih dari 9 Miliar Rupiah dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh panitia pembangunan yang juga petinggi dari Sekolah tersebut. 

 

"Kami telah menemukan 9 MiIiar lebih dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh saudara DW, selaku ketua panitia dan kepala sekolah pada waktu proses pembangunan tersebut berlangsung". ungkap Irwandra. 

 

"Kami juga telah memanggil beberapa pihak yang juga diduga terlibat dalam penyelewengan proses pembangunan ini, ada saudari RZ dan saudara MR yang memiliki keterangan kunci pada permasalahan ini". imbuhnya.

 

Lebih lanjut Irwandra mengatakan bahwa terkait proses investigasi, dia tidak bisa menjabarkan secara rinci, karena ada etika investigasi yang harus dipegang. "Ketua tim investigasi lah yang bisa memberikan informasi lebih detail terkait proses ini, atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Riau yang lebih berhak memberikan keterangan lebih lanjut". tambahnya. 

 

Kemudian pewarta mencoba mengkonfirmasi kepada ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah Riau, Dr. Elfiandri, M.Si. "memang benar ada informasi seperti itu, dan jika itu terjadi maka ini sangat memalukan muhammadiyah, karena mencoreng perjuangan muhammadiyah selama ini, maka hal ini harus diusut hingga tuntas tanpa tebang pilih, Saya berharap PWM bisa menyelesaikan permasalahan ini sehingga tidak menjadi preseden buruk untuk kedepannya". tukasnya. 

 

Hingga berita ini dinaikkan, pewarta sudah mencoba untuk mengkonfirmasi kepada saudara DW, tapi masih belum mendapat tanggapan. 

 

 

 

 

 

 

Editor : Muhammad Saleh
Komentar Via Facebook :