Guru Olahraga SMPN 4 Pekanbaru ikuti Pelatihan Peningkatan SDM Guru Olahraga yang digelar oleh FPR
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dalam rangka peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di bidang Olahraga, Guru Olahraga SMP N 4 Pekanbaru mengikuti Pelatihan dan Workshop Identifikasi dan Pengembangan Bakat Olahraga untuk Pelatih Cabang Olahraga dan Guru Olahraga yang diselenggarakan oleh Forum Pelatih Riau bekerja sama dengan ISORI Riau, bertempat di Fox Hotel Pekanbaru, Ahad (06/12/2020).
Pelatihan yang digelar selama 3 hari ini dihadiri oleh 65 orang peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, SMA/SMK serta para pelatih cabang Olahraga ini dibuka oleh Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, H. Bobby Rahmat, S.Stp, M.Si, yang didampingi oleh Ketua KONI Provinsi Riau dan Ketua KONI Kota Pekanbaru.
Yudha Setia Nugraha, S.Pd, selaku Ketua Panitia Pelaksana kepada wartawan mengatakan, Acara ini merupakan salahsatu ajang untuk mempraktikkan identifikasi bakat olahraga dari siswa-siswi SD 107 Pekanbaru, “melalui pelatihan ini diharapkan akan muncul bakat/ bibit atlet sehingga atlet sesuai dengan bakatnya sendiri. Jumlah sampel yang kita ambil berjumlah 100 orang dari siswa dan siswi kelas 4 dan kelas 5", ujarnya.
Faisol, S.Pd salah satu peserta dari SMP N 4 Pekanbaru mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bagus untuk para guru PAUD/ TK hingga guru penjas SD/SMP, agar mampu mengarahkan peserta didik memilih cabang olahraga yang sesuai dengan bakat dan sesuai dengan hasil tes yang dilakukan. "Dengan adanya kolaborasi antara guru penjas, pelatih dan ISORI (Ikatan Sarjana Olahraga diharapkan olahraga di Provinsi Riau khususnya di Pekanbaru bisa lebih berprestasi", ungkapnya.
Pemateri pada pelatihan ini yaitu Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M.Pd bersama Tim Talent Indentification Development (TID) dari Yayasan SEKORA Padang yaitu Oktarifaldi, M.Pd, Risky Syahputra, M.Pd, Lucy Pratama Putri, M.Pd dan Arischo Mardiansyah S.Pd turun langsung ke lapangan membimbing para peserta pelatihan untuk mengambil data siswa.
Dalam pemaparannya Prof. DR. Syahrial Bakhtiar, MPd memaparkan dengan mengusung topik pelatihan berupa Fundamental Motor Skill (FMS) dan Talent Indentificaton Development (TID) yang dikembangkan oleh Prof. Jhon Pionm di Han University Belanda dan kemudian dikembangkan di Indonesia, kedua unsur tersebut harus dikuasai oleh guru penjas dan pelatih. "Ada 15 item tes yang dilakukan yaitu Balance Beam, Body Weight, Curl-Up, Endurance Shuttle Run, Shuttle RunEye-Hand Coordination, Jumping Side Way, Knee Push-Up,Moving Sideways, Shoulder Rotation, Shuttle Throw, Sit and Reach, Standing Board Jump, Sitting Height, dan Stature", paparnya.
Lebih lanjut Bakhtiar menjelaskan yang menjadikan tes ini berbeda dengan yang lain yaitu identifikasi ini bukan membuang anak , tetapi membantu menemukan cabang olahraga yang tepat sesuai dengan karakteristik anak itu sendiri dengan cabang olahraga yang ada sekarang. 'Dan yang terpenting adalah kita menginformasikan orientasi berbagai cabang olahraga kepada anak'', jelasnya.
Walaupun dalam suasana Pandemi, Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari ini tetap lancar dengan mengikuti protokol kesehatan yaitu dengan cek suhu tubuh seluruh peserta menggunakan masker dan berjarak. Pada lokasi pengambilan instrument juga disediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan sehingga kesehatan para peserta pelatihan dan siswa terjaga.


Komentar Via Facebook :