Liburan panjang dimusim Pandemi

Dede Firmansyah: Kalau tidak mau patuh, ya... Tahan diri dulu

Dede Firmansyah: Kalau tidak mau patuh, ya... Tahan diri dulu

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Libur Akhir Tahun 2020 sudah di depan mata. Banyak kekhawatiran kasus COVID-19 di Indonesia Khususnya Provinsi Riau bakal bertambah, sebab banyaknya destinasi wisata yang diserbu pelancong.

Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di objek wisata sangat perlu diberlakukan secara ketat. Seperti yang disampaikan Pengamat Pariwisata, Dede Firmansyah kepada wartawan ranahriau.com, Sabtu (05/12/2020).

Menurutnya, masih ada masyarakat yang tidak mau patuh 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) selama pergi liburan. "Akhir tahun kalau tidak mau patuh dengan 3M sebaiknya menahan untuk libur. Karena setiap ada libur, bahkan kalau libur panjang bertambah naik terus positif COVID-19," kata Dede.

Informasi per hari Kamis 3 Desember 2020 di Provinsi Riau terdapat penambahan 179 kasus Terkonfirmasi Covid-19. Sementara Pemerintah Pusat melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Kamis 3 Desember 2020.

"Ada penambahan 8.369 kasus sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 557.877 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia. ini rekor luar biasa menebus lebih 5000 kasus perhari", ujarnya.

Akibat itu Pemerintah Jawa Barat Melarang untuk memasuki Kota Bandung pada Akhir Tahun ini, karena Bandung sudah masuk Zona Merah. "Semoga ini dapat pelajaran bagi kita di Provinsi Riau, Khususnya Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau, karena setiap Pekan rata-rata Masyarakat memenuhi Ibu kota Provinsi di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Tidak itu saja, Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pemerintah DPP ASITA ini menyebut, pemilik destinasi wisata harus tegas terhadap pengunjung untuk menerapkan 3M.

"Jadi pihak destinasi juga harus tegas dalam menegakkan protokol COVID-19 nya. Karena pusat pariwisata juga punya tanggungjawab untuk menekan penyebaran COVID-19," sebutnya.

Bagi Dede Firmansyah pemerintah Indonesia memang cukup beda dengan negara-negara lain dalam menangani Covid-19 semasa pandemi.

"Pemerintah Indonesia tidak melakukan lockdown karena memikirkan perekonomian dan kesehatan. Kita bisa lihat justru negara yang menerapkan lockdown jauh perekonomian lebih minus dari pada Indonesia, untuk itu kita sebagai masyarakat harus bisa selalu waspada terhadap COVID-19 tersebut " tutup Dede yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN RIAU Bidang Industri Olahraga.

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :