Sentra Tenun Siak Pekanbaru Sudah Raih Penghargaan Internasional

Sentra Tenun Siak Pekanbaru Sudah Raih Penghargaan Internasional

PEKANBARU, RanahRiau.com - Sentra produksi tenun Siak khas Melayu, di pinggiran Sungai Siak, di Jalan Tanjung
Batu, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, di Pekanbaru Riau, meraih penghargaan internasional karena kerajinan ini dinilai
berkualitas tinggi.
    
"Sejumlah penghargaan internasional itu berasal dari Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand dan berasal dari negara lain yang berkunjung langsung ke rumah produksi serta membeli beberapa contoh untuk dibawa ke negara mereka," kata  Encik Hasnah dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu.
     
Menurut Encik Hasnah (78), perolehan penghargaan tersebut mendukung tekadnya untuk terus mempertahankan
kerajinan ini yang diteruskan oleh anggota keluarganya hingga kini dikelola oleh cucu-cucunya.   
     
Ia menyebutkan, bagian dari sukses yang dicapai dari usaha tenun Siak ini  diantara beberapa penghargaan yang
diberikan oleh Perempuan Riau Bangkit Foundation berupa piagam penghargaan sebagai perajin tenun dan pelaminan adat Melayu 2014.
     
"Sejumlah piagam penghargaan lain bahkan dari Gubernur Riau yakni tercatat sebagai tokoh perempuan Riau, dan
penghargaan Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdullah,  sebagai pelestari dan perajin tenun songket Melayu Riau, Pekanbaru 2007 dalam rangka hari ulang tahun Pekanbaru ke-223," katanya.
    
Ia menjelaskan, berbagai ajang pameran yang diikuti tiap tingkat internasional, tingkat provinsi, kota dan kabupaten, serta kecamatan, luarg  a tenun Siak itu diminati dan banjir pesanan datang dari pelancong asal Malaysia dan membawa sejumlah contoh kerajinan itu ke negara jiran tersebut. Selain itu pembeli juga berasal dari berbagai daerah dan kota di Provinsi Riau.     
     
Kerajinan Encik Hasnah,  yang berproduksi 4 lembar tenunan perbulan itu memiliki nilai seni tinggi dengan 70 motif tenunan Siak, terdiri atas motif flora, fauna, alam sekitar dan kombinasi dari ketiga motif ini.  Untuk motif flora terdiri atas motif pucuk rebung, kembang sepatu, dan tampuk manggis, sedangkan motif hewan antara lain  motif semut beriring dan banyak lainnya.
    
"Usaha kerajinan  khas daerah Riau ini yang masih dikelola dengan tiga tenaga kerja itu, memperoleh omset rata-rata
perhari sebesar Rp30 juta lebih per bulan," kata Encik Hasnah menambahkan satu set tenunan dijual mulai harga Rp400 ribu hingga Rp1,3 juta. (Ant)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :