GM DAN HRD HOTEL PANGERAN DIDUGA LAKUKAN KRIMINALISASI KARYAWAN

GM DAN HRD HOTEL PANGERAN DIDUGA LAKUKAN KRIMINALISASI KARYAWAN

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - General Manager (GM) dan Human Resources Development (HRD) Hotel Pangeran yang berinisial AT dan RZ diduga melakukan kriminalisasi kepada salah seorang karyawannya yang berinisial MR (35 th). 

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum ranahriau.com pada selasa (15/09/20), MR merasa dikriminalisasi karena kelengkapan administrasi pemecatannya yang legal tidak pernah diberikan pihak manajemen hotel kepadanya hingga saat ini. MR sudah di PHK sejak 28 Juli silam, tapi surat legal PHK nya tidak pernah diberikan. 

"Saya membutuhkan surat PHK dari hotel untuk mengurus BPJS, tapi tadi ketika saya minta ke HRD, tidak mau diberikan", ungkap MR. 

Berdasarkan pengakuan MR, surat tersebut sudah beberapa kali diminta, tapi RZ sebagai HRD tetap tidak mau memberikan dengan alasan bahwa menunggu proses mediasi yang sedang berlangsung di Disnaker Kota Pekanbaru. 

Menurut MR, bahwa proses yang ada di Disnaker Kota Pekanbaru adalah proses penuntutan hak terkait besaran kompensasi yang akan diterima MR karena telah mengabdi atau bekerja selama 15 tahun di Hotel Pangeran, bukan mediasi tentang proses PHK nya.

Ketika pewarta mencoba konfirmasi ke Disnaker Kota, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru Abdul Jamal membenarkan bahwa ada mediasi yang sedang berlangsung antara karyawan Hotel Pangeran yang di PHK. Keterangan yang didapat ada dua gelombang mediasi, yang pertama ada 12 orang dan yang kedua adalah saudara MR. 

"Disnaker Kota Pekanbaru hanya melayani kasus karyawan yang memang telah resmi di PHK oleh perusahaan, dan di mediasi oleh Disnaker untuk mendapatkan hak-hak karyawan tersebut", ujar Jamal ketika dihubungi via telpon. 

Jadi pihak-pihak yang diproses di Disnaker Kota Pekanbaru adalah pihak yang memang telah di PHK oleh perusahaan. Berdasarkan itu, harusnya manajemen Hotel Pangeran sudah memberikan surat PHK yang resmi kepada MR. Tapi anehnya surat tersebut tak kunjung diberikan, jika memang surat itu belum sah atau belum ada, harusnya proses mediasi di Disnaker Kota juga tidak akan pernah ada karena syarat administrasinya kurang.

Sementara itu pihak manajemen Hotel Pangeran yaitu RZ dan AT ketika dicoba konfirmasi oleh pewarta hingga berita ini naik tidak menanggapi pertanyaan yang dikirimkan via pesan WhatsApp.

 

 

 

Editor : Muhammad Saleh
Komentar Via Facebook :