SKK Migas Benarkan Chevron Usulkan Rasionalisasikan Lebih Seribu Karyawan

SKK Migas Benarkan Chevron Usulkan Rasionalisasikan Lebih Seribu Karyawan

PEKANBARU, RanahRiau.com -Kepala SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara, Hanif Rusdy Selasa (26/1/16) menyatakan bahwa terkait anjlognya harga minyak dunia, sudah banyak perusahaan minyak (K3S) di seluruh Indonesia yang mengajukan rasionalisasi karyawan. Pengajuan rasionalisasi diajukan perusahaan minyak sebagai bentuk efisiensi.

Namun hingga kini menurut Hanif Rusdy, SKK Migas belum memberikan ijin perusahaan minyak untuk melakukan rasionalisasi. Karena bagaimanapun juga hal itu terkait dengan administrasi pemberhentian karyawan seperti pemberian pesangon yang ditanggung oleh negara melalui SKK Migas dari dana cost recovery.

"Terkait pengajuan rasionalisasi karyawan, SKK Migas hingga saat ini belum memberikan ijin perusahaan minyak untuk melakukan rasionalisasi karyawan. Perusahaan diharapkan melakukan efisiensi-efisiensi lainnya untuk mengurangi pengeluaran," terangnya.

Menurutnya, salah satu perusahaan minyak nasional yang mengajukan rasionalisasi karyawan adalah PT Chevron Pacifik Indonesia. Pengajuan rasionalisasi itu diajukan ke SKK Migas pusat dan sampai sekarang masih belum ada ijin perusahaan untuk melakukan efisiensi dengan pengurangan karyawan. Mengenai jumlah, Rusdi menyebut angkat di atas 1.000 karyawan yang diusulkan terkena rasionalisasi.

SKK Migas menurut Hanif Rusdy, menginstruksikan perusahaan minyak untuk melakukan efisiensi dengan pengurangan pengeluaran. Seperti mengurangi pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pihak ketiga.

Disinggung mengenai upaya untuk mendongkrak produksi nasional sebagai upaya meningkatkan pendapatan dari eksport minyak, Hanif Rusdy mengatakan bahwa saat ini, tengah dilakukan pengeboran 400 sumur produksi di seluruh Indonesia. 200 lainnya tengah eksplorasi.

"SKK Migas sangat mendorong investor untuk melakukan eksplorasi dan pengeboran sumur minyak baru. Karena dengan turunnya harga minyak dunia membuat bisnis pendukung seperti penyewaan rig dan lainnya juga lesu. Dampaknya, harga sewa turun," terangnya.

Penjelasan Chevron

Terkait dengan rencana rasionalisasi karyawan sebagai dampak anjloknya harga minyak, PT CPI melalui Dony Indrawan Corporate Communication Manager, memberi penjelasan kepada redaksi sebagai berikut:

Chevron berkomitmen menjaga operasi migas dan panasbumi yang selamat, efektif, efisien dan andal dalam rangka menghasilkan energi yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai penghasil minyak mentah terbesar yang penting bagi penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, kami pun berkomitmen untuk menjaga agar kemitraan jangka panjang dengan masyarakat dan Pemerintah Indonesia tetap memberikan manfaat yang nyata hingga masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu, kami melakukan upaya-upaya yang diperlukan agar komitmen tersebut bisa terus diwujudkan.

Seperti yang kita ketahui, lingkungan bisnis saat ini dan masa mendatang semakin menantang dan tidak mudah sehingga mendorong setiap perusahaan di berbagai industri termasuk migas, untuk terus meningkatkan kemampuan beradaptasi, daya saing dan tetap bisa menghasilkan nilai dan manfaat bagi para pemangku kepentingan. Di Chevron, perbaikan-perbaikan, terobosan-terobosan dan peningkatan kinerja bisnis dilakukan di seluruh aspek kegiatan operasional dan organisasional setiap saat. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen di dalam perusahaan termasuk pimpinan dan karyawan. Kami pun melibatkan seluruh karyawan mengidentifikasi setiap peluang perbaikan, efisiensi dan terobosan serta mendiskusikan dengan pimpinan kerja untuk rencana eksekusinya sehingga menjadikan bisnis kami bisa terus menghasilkan nilai tambah. Kami percaya bahwa setiap perbaikan dan peningkatan kinerja sekecil apapun akan memberikan dampak yang nyata bagi kinerja perusahaan saat ini dan masa mendatang.

Chevron meyakini bahwa karyawan merupakan elemen terpenting dalam membangun kemampuan organisasi untuk mengeksekusi semua rencana bisnis kami. Chevron berhasil mengidentifikasi model bisnis dan operasional yang lebih fleksibel, efisien dan kompetitif dalam menghadapi lingkungan bisnis saat ini dan masa mendatang. Model yang didukung dengan proses bisnis, cara kerja, sistem dan kebijakan yang telah ditingkatkan efektifitasnya menjadikan Chevron dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimilikinya. Oleh karena itu, struktur dan ukuran organisasi kami pun dirancang untuk mendukung kegiatan bisnis dan operasi yang telah direncanakan dan sejalan dengan model bisnis dan operasional yang baru sehingga tetap berkinerja unggul. (Rtc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :