Ngopi Literasi Sekolah Alam Koempai

Bangkitkan budaya literasi berbasiskan kearifan lokal

Bangkitkan budaya literasi berbasiskan kearifan lokal

PASIR PENGARAIAN, RANAHRIAU.COM- H. Abdul Haris, S.Sos, M.Si hadir dalam Kegiatan Ngobrol perkara ilmu Literasi (Ngopi Literasi) yang diselenggarakan di Sekolah Alam Koem_pai yang berlokasi di Lubuk Bendahara, Rokan IV Koto, Rokan Hulu, Ahad (10/11/2019).

Abdul Haris yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupatrn Rokan Hulu juga menjadi narasumber dalam agenda  ngopi literasi (ngobrol perkara ilmu literasi) tersebut mewakili dari Pemerintahan, selain itu juga, Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi Riau, Sutriyono, Mastiardi dari DPC Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) yang dipandu oleh moderator Nirma Herlina, C.HT, M.Pd ketua FTBM Rokan Hulu.

Dalam pemaparannya, Abdul Haris merespon baik gerakan FTBM Rokan hulu dan Pegiat Literasi Rokan hulu untuk menjaring lebih banyak lagi orang yang bergerak dan ini juga menjadi agenda rutin bagi pegiat literasi.

“kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur yang akan diagendakan dan selalu bersinergi dengan berbagai pihak yang berwenang serta harus mendapat  dukungan penuh dari bupati untuk terus menjalin komunikasi ke desa-desa untuk menggerakkan pustakanya. Hal ini dilakukan agar budaya literasi dikenal dan mendapat respon positif dari seluruh lapisan masyarakat", ujarnya.

Sementara itu, Sutriyono selaku  Ketua FTBM Provinsi Riau memberikan apresiasi atas gebrakan dan prestasi yang dicapai dalam peningkatan literasi di Rokan hulu, "ada banyak gebrakan dan usaha yang telah dilakukan , terutama literasi budaya yang harus kita diapresiasi oleh kita semua", ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mastiardi selaku perintis Sakti Network (SN) dan Ketua KNCI pun bergerak dalam literasi finansial yang dilakukan dengan cada memberikan kontribusi kepada daerah dengan jual beli pulsa di pasar tradisional sehingga adanya komunikasi dan silaturahmi sesama warga. "Ini merupakan gerakan bersama untuk melestarikan budaya diskusi”, ujarnya.

Dr.Hermawan, M.Hum. sebagai pengamat budaya dan dosen di STKIP Rokania, menggambarkan bahwa literasi tidak hanya tulis baca sebab budaya yang ditulis itu akan hilang rasa penasaran dari keingintahuan penikmatnya, ditambah lagi dengan minimnya dana untuk budaya sangat minim dibandingkan dengan bidang lain.

"Perlu adanya perhatian untuk menggalakkan kearifan lokal di negeri sendiri, jangan sampai orang luar yang semangat untuk meneliti budaya kita, sementara kita tidak peduli dengan kearifan lokal negeri sendiri", tegasnya.


Diskusi ngopi literasi kali ini selain dihadiri oleh para pegiat literasi dan perangkat pemerintahan rokan hulu, juga dihadiri oleh FTBM Riau dan FTBM Kota Pekanbaru, diskusi ini  merupakan langkah  awal duduk bersama untuk bisa bersinergi dengan semua pihak.


 

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :