Poros Muda Riau gelar FGD Negeri kaya Minyak

Poros Muda Riau gelar FGD Negeri kaya Minyak

Riau Negeri Dongeng Kaya Minyak, Tema Fokus Grup Diskusi  Poros Muda Riau.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Poros Muda Riau yang tergabung dalam 21 kelompok organisasi kepemudaan dan mahasiswa melalukan acara fokus  grup diskusi di Perpustakaan Soeman HS  Provinsi Riau, Poros Muda Riau mengundang narasumber dari berbagai elemen yaitu Tokoh Riau Fachry Yasin, 
Akademisi Universitas Riau  Edyanus Herman Halim, Kamis (10/10/2019).

Tak ketinggalan Poros Muda Riau juga mengundang narasumber Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Indra Putra dan Pimpinan  Perusahaan- Perusahaan yang bergerak dibidang migas antara lain  PT Riau Petrolium, PT SPR Langgak, dan Ahli Geologi  (IAGI) Wilayah Riau serta Oil & Gas Sumatera Basin Institute.

Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir berbagai presidium yang tergabung dalam poros muda riau  antara lain HMI, KAMMI dan lain-lain.

Dalam sambutan Sahrin sebagai ketua HMI Badko Riau kepri menyampaikan bahwa persoalan Riau dalam mengelola migas harus menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi Riau, " provinsi riau adalah daerah penghasil nomor 2 dari sektor minyak dan gas di indonesia, maka dari itu riau harus berdaulat dengan harta dan kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya", ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Presidium poros muda riau merekomendasikan agar ada forum yang dibentuk untuk bersama mengawal persoalan migas di riau.

Akademisi Universitas Riau Edyanus Herman Halim menyampaikan perlu adanya konsep dalam perjuangan. "Dalam berjuang jangan ada pesimisme, karena kami dulu berjuang tidak sebentar. Forum apapun selagi kita mau mengawal persoalan migas tentu semua akan bersepakat karena tidak bisa dibiarkan harta kekayaan riau di ambil begitu saja sementara riau dalam kondisi tidak maju dan dalam Perjuangan perlu konsep"', tegasnya.

Tokoh Riau Fachri Yasin menyampaikan perlu sinergi yg komprehensif di level para tokoh bersama eksekutif untuk mengelola tantangan di Rokan Blok dan empat Blok Migas kecil  lainnya yang juga akan habis masa pengelolaannya.


Dalam FGD kali ini, banyak dibicarakan tantangan Pengelolaan PI 10 %, Kesempatan tambahan share saham untuk bisnis to Bisnis yg sudah  di buka peluangnya oleh Pertamina, tantangan sumber pendanaan Untuk Operasional Blok Migas oleh BUMD/Daerah. Juga dibahas harapan penggunaan dana Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang  sejak 2001  sdh masuk ke APBD Kabupaten / Kota di Riau dan APBD Riau sebanyak 15,5 % yg berdasarkan Undang Undang Perimbangan Keuangan Daerah  pungkas Sapaat  salah seorang Presidium Poros Muda Riau.

Ketua Panitia FGD Heri Kurnia dari unsur HMI menyampaikan bahwa FGD Migas ini untuk kembali dilakukan dalam 3 minggu ke depan sesuai harapan dan kesimpulan dari para Narasumber agar lebih tuntas dan kongkrit pembahasan dan pembangunan solutifnya.
 

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :