Merawat Kebhinekaan
RANAHRIAU.COM- Perbedaan itu merupakan bagian dari ketetapan tuhan (sunnatullah) yang mesti diterima dengan lapang dada. Baik ia perbedaan keyakinan, suku dan bangsa. Tujuannya untuk saling mengenal, tolong-menolong dan bertoleransi. ( Q.S. Al-Hujurat:13)
Dan UUD 1945 NKRI mengatur dan melegalkan perbedaan agama di Indonesia Pasal 28E (1) Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara
dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
Menurut sumber ideologi Islam dan konstitusional bahwa keberagaman keyakinan itu diakui dalam Islam begitu juga berbangsa dan bernegara.
Ketika suatu umat tertentu meyakini bahwa perbedaan di atur dalam agamanya maka dia akan menghargainya meskipun Nasionalisme tipis, dan jika nasionalismenya tinggi meskipun agamanya rendah dia akan tetap menghargai perbedaan karena jiwa Nasionalismenya.
Ketika kita menyadari itu semua dan mengewejantahkan dalam kehidupan sosial maka berbanggalah menjadi suatu negara dengan berbagai macam suku, bangsa dan agama mampu memanajemen perbedaan itu dengan semboyan bhinneka tunggal Ika. Sehingga kita hidup aman, nyaman dan tentram di bawah naungan NKRI.
Hal Yang menjadi Persoalan ketika antar umat beragama tidak mampu memahami dan saling menghargai, arti dari sebuah perbedaan maka yang timbul ialah kegaduhan dan konflik yang berkepanjangan.
Saya meyakini bahwa Islam lah agama yang paling benar karena saya pemeluk Islam. Dan orang kristiani pasti meyakini bahwa agama merekalah yang paling benar karena mereka pemeluk agama Kristen, Begitu juga dengan AGAMA lainnya. Nah mari kita menyikapi perbedaan keyakinan itu dengan tidak merasa paling benar sendiri sehingga orang lain pasti salah. Karena semua agama benar menurut pemeluknya masing-masing
Belakangan ini beredar video ustadz kondang Abdul Somad yang sedang mengisi sebuah ceramah tertutup Pada beberapa tahun yang lalu dalam sesi tanya jawab. Sehingga sebahagian masyarakat yang mendengarkan merasa terganggu atas jawaban ustadz Somad.
Terlepas dari salah dan tidak bersalah seharusnya persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan karena ini akan menjadi bumerang, dan semakin memperlebar intoleransi di indonesia, karena jika kita telusuri jejak digital bahwa oknum berkeyakinan tertentu pun menyinggung agama islam, dan saya yakin ini tidak akan pernah berkesudahan. Dan akan ada lapor-melapor sehingga kita umat beragama terjadi disharmonisasi yang akan meruntuhkan bangsa tercinta ini, Dan yang di untungkan ialah orang yang tidak beragama dan orang yang punya kepentingan di atas perpecahan indonesia.
Dan permasalahan ini menjadi tugas seluruh rakyat indonesia bersama pemerintahnya untuk memulihkan kembali seperti semula. sehingga cita-cita bangsa Indonesia akan tercapai sesuai harapan founding father kita.
Penulis : Sahrin, Ketua Umum HMI BADKO Riau-Kepri


Komentar Via Facebook :