Dispar Pekanbaru Gelar Pelatihan Guide & Tour Leader
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Untuk meningkatkan kompetensi pemandu wisata, Dinas Pariwisata Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (29/07/19) mengadakan pelatihan/Sertifikasi Profesi Pemandu Wisata dan Tour Leader Biro Perjalanan Wisata menggelar pelatihan di Hotel Furaya, Jalan Jend.Sudirman. Dan dilaksanakan Pelatihan dari tanggal 29-30 Juli 2019, diikuti dari 12 Kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Pembukaan pelatihan pemandu wisata ini, turut dihadiri oleh Kadis Pariwisata Pekanbaru Fahmizal,ST,M.Si, DR, Wakil ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, DR.Wisnu Rachtomo, Direktur LSPND Jakarta Sri Suryani, S.Pd.MS.i dan 12 Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau.
Dalam kata sambutan Kadis Pariwisata Fahmizal, ST,M.Si mengatakan, dengan adanya diselenggarakan kegiatan pelatihan pemandu wisata. Dasar pelaksanaan kegiatan pemandu pariwisata ini adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Sedangkan tujuannya adalah untuk menciptakan pemandu wisata yang profesional dan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepariwisataan indonesia khususnya di Provinsi Riau dan Kabupaten/kota," ucapnya.
"Peserta pelatihan pemandu wisata terdiri dari 12 Kabupaten/kota yang pemandu wisata adalah petugas yang memberikan bimbingan, penjelasan dan petunjuk tentang objek wisata. Serta membantu segala kebutuhan wisatawan dengan memiliki kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris," sebut Fahmizal.
Selanjutnya, Salah Seorang Perwakilan dari 12 Kabupaten/kota, Eris dari PT.Wisata Bisnis Indonesia, WBI Tour & Travel Bengkalis menambahkan juga, dengan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan etika profesi menuju pembentukan pemandu wisata yang profesional. Sehingga bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi kompetensi, yang harus dimiliki pemandu wisata (Tourist Guide dan Tour Leader).
Dan mengenal produk dan karakter pariwisata Indonesia khususnya di Provinsi Riau, sebagai salah satu komponen paling vital dan strategis serta sebagai ujung tombak dalam Sektor Kepariwisataan di Provinsi Riau," papar Eris.
"Lanjutnya, agar pemandu wisata memiliki kompetensi yang memadai perlu dilakukan pelatihan sehingga pemandu wisata memiliki pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang baik. Setelah mengikuti pelatihan kemudian diterapkan dalam pekerjaannya atau profesinya sebagai pemandu wisata.
Untuk menjadi pemandu yang profesional, banyak proses yang harus dilalui, tidak hanya didapat dari sekolah ataupun kuliah maupun khursus tetapi didapat dari pengalaman yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Dan pemahaman pengetahuan yang dipadu dengan pengalaman lapangan akan mampu membentuk seseorang akan menjadi pemandu yang profesional.
“Selain itu, pemandu wisata yang profesional akan mampu menciptakan citra kawasan wisata sehingga mereka sekaligus berperan sebagai ujung tombak promosi dan pemasaran produk wisata, baik yang berupa daya tarik wisata alam dan budaya maupun produk wisata lainnya,” tutupnya.


Komentar Via Facebook :