Eksotis Bono Nan Indah Di Negeri Melayu

Eksotis Bono Nan Indah Di Negeri Melayu

PELALAWAN, RANAHRIAU.COM - Pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, gelombang Bono yang berada di Kabupaten Pelalawan provinsi Riau mendapatkan peringkat pertama terpopuler sebagai tempat wisata selancar popular di Indonesia.

Agenda event Festival Bekudo Bono 2018 yang berlangsung pada tanggal 22 s/d 24 Novemner 2018, di Kampung Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dimulai dengan beberapa permainan rakyat yang menjadi tradisi masyarakat sekitar., seperti gasing, enggrang, bakiak, dan permainan galah.

Permainan rakyat ini menjadi pelatuk untuk festival yang diadakan selama tiga hari. Setelah permainan rakyat, pembukaan festival berlangsung pada malam tanggal 23 November 2018 di Kota Pangkalan Kerinci, ibukota kabupaten Pelalawan yang berjarak 4 jam dari desa Teluk Meranti. Tujuan pembukan festival di Pankgkalan Kerinci untuk mengundang warga Pangkalan Kerinci, dan kabupaten; kota di sekitarnya untuk menghadiri festival.

Di desa Teluk Meranti, malam tanggal 23 November 2018, hanya berlangsung hiburan rakyat saja.   Pada tanggal 24, selama setengah hari berlangsung festival selancar Bekudo Bono di Sungai Kampar yang berada di depan desa Teluk Meranti.

Bagi masyarakat di kampung Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, gelombang bono tidak bisa dilepaskan dari aspek kehidupan. Cerita yang berkembang di tengah masyarakat, ketika zaman Belanda, satu hantu ditembak dengan meriam dan akhirnya menghilang. Hingga kini, hanya ada enam hantu yang berwujud dalam gelombang Bono. Bagi masyarakat Teluk Meranti, Bono merupakan anugerah alam dan menjadi sarana permainan. Hanya dengan sehelai papan, pelepah nipah atau batang pisang, dan sampan, mereka menunggangi gelombang bono. Mereka menyebut permainan ini dengan berkudo bono. Pada festival 2018  ini,  bekudo bono  menggunakan perahu bermesin.

Destinasi Selancar  Terpopuler

Gelombang Bono merupakan destinasi wisata alam yang telah mendunia di Indonesia. Keunikan gelombang Bono mampu memperdaya peselancar dari seluruh penjuru dunia untuk datang. Tidak jarang di kampung Teluk Meranti selalu ramai dipadati turis domestik maupun mancanegara yang ingin melihat dan  berselancar di gelombang Bono.

Pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, gelombang Bono yang berada di Kabupaten Pelalawan mendapatkan peringkat pertama terpopuler sebagai tempat wisata selancar popular di Indonesia, gelombang bono mengalahkan  Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul  dan Pantai Tarimbang, Kabupaten Sumba Timur.


Kepala Disparbudpora Kabupaten Pelalawan, Andi Yuliandri  menyampaikan selain menjadi ikon wisata Provinsi Riau, Bono di Teluk Meranti juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Riau. “Bukan tanpa alasan Bono menjadi KEK Pariwisata karena Hak Pengelolaan Lahan/HPL  seluas 600 hektar yang terdiri dari kawasan resort, hotel, permainan, hiburan, pengembangbiakan rusa dan lain sebagainya,” kata Andi Yuliandri.

Dengan bono menjadi ikon wisata dan KEK Pariwisata Riau, Kementerian Pariwisata RI berkomitmen untuk mempromosikan gelombang bono ke manca negara, sekaligus mencarikan investor untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus/KEK Teluk Meranti.     

Pada lomba selancar keluar sebagai pemenang untuk kelas peselancar professional adalah Dede Suryana sebagai juara pertama, Pepen Hendrik sebagai juara kedua, dan Dylan Halad sebagai juara ketiga. Sedangkan untuk kelas lokal yang menjadi pemenang pertama adalah Ruzi, pemenang kedua adalah Budi Panjaitan, dan pemenang ketiga adalah Fandi Alfonso. Para peselancar lokal ini adalah pemuda-pemuda yang berasal dari Teluk Meranti. Faktor penilaian untuk peselancar lokal adalah kemampuan untuk bermanuver diatas gelombang  dan tidak terjatuh.  Ada tiga puluh peselancar lokal yang berlomba.

Siapa yang menyangka gelombang yang dahulu ditakuti, sekarang menjadi salah satu destinasi selancar unggulan di Indonesia.

(Bayu Amde Winata)

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :