Menteri Siti Jawab Surat Intsiawati Ayus Soal Penanganan Mangrove

Menteri Siti Jawab Surat Intsiawati Ayus Soal Penanganan Mangrove

JAKARTA, RanahRiau.com - Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, melalui Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) mengeluarkan rekomendasi bantuan bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, tentang pengelolaan serta pelestarian hutan mangrove serta mendukung pengadaan program sekolah alam 'Aku Sahabat Lingkungan' untuk tahun 2015 ini.

Dalam surat yang disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Riau, Intsiawati Ayus SH MH bernomor 018/DPD.RIAU/B-13/III/2015, mengenai program penanganan abrasi dan pelestarian Mangrove, kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, pada 30 Maret 2015 lalu maka diterima 3 poin jawaban.

Maka, inilah petikan 3 poin isi dari surat jawaban pihak Kemen LHK bernomor 5.375/RHL-4/2015. Diantaranya yakni :

Pertama, Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, merupakan salah satu Desa binaan Balai Pengelolaan BPDAS Indra Giri Rokan, dalam program rehabilitasi Mangrove dengan mengalokasikan kegiatan KBR Mangrove setiap tahunnya, serta penyuluhan khusus Mangrove yang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kedua, Terkait dengan program sekolah alam 'Aku Sahabat Lingkungan' maka kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh Kementrian LHK, melalui BPDAS Indra Giri Rokan dan Balai Pengelolaan Mangrove wilayah II, untuk mendukung program tersebut adalah Memfasilitasi 40.000 batang bibit Mangrove atau 1 unit KBR di Desa tempatan. Lalu menyelenggarakan pelatihan, penyuluhan, dan bimbingan tekhnis kegiatan rehabilitasi Mangrove sesuai program sekolah alam.

"Alhamdulillah pengajuan kita kepada Menteri dikabulkan. Sama-sama kita ketahui, kondisi hutan Mangrove di bagian Pesisir Riau, perlu mendapatkan perhatian lebih serius." Ungkap Intsiawati Ayus, melalui sambungan telepon, Selasa (26/5/15).

Selanjutnya, poin ketiga, yakni pada tahun 2015 Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 1.975.340.000 rupiah, yang dialokasikan untuk kegiatan pelestarian Mangrove.

"Maka saya mengajak semua pihak, mari sama-sama kita kawal pengelolaan dana nya di daerah." Tukasnya.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :