Intsiawati Ayus : Perlu Sentuhan Inovasi, Agar Bengkalis Tidak Krisis Listrik

Intsiawati Ayus : Perlu Sentuhan Inovasi, Agar Bengkalis Tidak Krisis Listrik

PEKANBARU, RanahRiau.com - Upaya penanganan krisis listrik yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, hingga kini belum terasa maksimal oleh masyarakat. Seharusnya, dengan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat maka Pemerintah Daerah setempat dituntut untuk mengantisipasi semakin tingginya kebutuhan akan energi listrik.

Hal ini menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Riau, Intsiwawati Ayus MH, bukan lagi persoalan yang sulit diselesaikan, bila saja penanganannya diseriuskan dengan menerapkan inovasi-inovasi berdasarkan kemajuan teknologi.

"Bengkalis ini kaya dengan energi. Jika masyarakatnya masih krisis energi listrik jelas merupakan sebuah ironi. Apalagi dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, Pemerintah Daerah seharusnya punya kecepatan tinggi pula untuk mengantisipasi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat," ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (7/5/15).

Kata dia, jika hanya mengandalkan sumber energi dari luar Daerah, tentu saja membuat Bengkalis menjadi ketergantungan dan hanya menerima situasi, dimana ketika terjadi penurunan arus daya listrik maka akan terjadi pemadaman.

"Krisis energi terjadi karena miskin inovasi. Terlalu mengandalkan sumber energi dari luar daerah. Padahal sumber energi alternatif lokal sangat melimpah," lanjutnya.

Beberapa sumber daya alam (SDA) yang tersedia seharusnya bisa digunakan. Ia mencontohkan, mulai dari pemanfaatan tenaga surya, tenaga angin, tenaga gas dan uap, tenaga pasang surut, sampai bioethanol dari nipah, merupakan solusi mengatasi krisis listrik.

"Dan perlu diketahui juga, krisis energi juga soal mentalitas. Penambahan kapasitas daya listrik di Bengkalis jawabannya bukan soal anggaran tapi juga mentalitas. Lihat saja proyek PLTGU. Jika anggaran 300 M itu tidak dikorupsi, mungkin saat ini soal listrik di Bengkalis sudah ada solusi," bebernya.

Disamping itu, katanya lagi, mengenai sumebr daya manusia (SDM) yakni para teknisi dan ahli lokal harus ditingkatkan. 

"Karena saya perhatikan di Bengkalis seringkali terjadi kerusakan gardu induk dan ketika ada kerusakan harus mendatangkan ahli dari Dumai atau luar daerah. Dan jelas sekali permasalahan ini penanganannya harus dengan niat yang serius." tukasnya. (Nof)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :