YLKI Prihatin Terhadap Maraknya Peredaran Kosmetik Palsu di Pekanbaru
PEKANBARU, RanahRiau - Peredaran kosmetik palsu di Kota Pekanbaru belakangan ini kian banyak ditemukan. Tentu saja hal ini memicu keresahan masyarakat selaku konsumen. Untuk itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak BBPOM Pekanbaru agar segera turun menarik kosmetik oplosan dảri peredaran.
"Selain bisa merugikan masyarakat, tentu saja kosmetik palsu memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat juga," ujar Ketua YLKI Riau, Sukardi, Jumat (12/2/15) di Pekanbaru.
Selama ini memang tindakan tegas jarang diberlakukan terhadap pembuat dan pengedar kosmetik palsu tersebut. Maka seharusnya penegak hukum dan instansi terkait tidak perlu ragu untuk menerapkan langkah tegas.
"Kita sudah meminta institusi terkait dan BBPOM untuk menarik kosmetik berbahaya. Dan harusnya pengawasan juga terus dilakukan," tambahnya.
Disinggung mengenai tindakan yang dilakukan masyarakat untuk menuntut produk kosmetik palsu, menurutnya bsa saja dilakukan.
"Tapi yang jadi kendala tidak diketahui dari mana asal produk tersebut," jelasnya.
Untuk diketahui, pada Rabu (11/2/15) lalu, Polda Riau mengamankan puluhan kardus besar berisikan kosmetik palsu, yang terdiri dari 2.256 pcs H2O yang dikemas dalam kotak ukuran besar, sedang dan kecil, 2624 botol Entir, serta ratusan zat pewarna dan rebonding rambut. (Nof)


Komentar Via Facebook :