Ratusan AMM sepakati keputusan Bersama
Harga Mati.... !!! Mubarak wajib mundur dari Jabatan Rektor UMRI
Pekanbaru, RanahRiau.com- Ratusan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang tergabung dalam Forum Pengawal Hasil Musypimwil Muhammadiyah Riau sepakat untuk menurunkan Mubarak dari jabatannya sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, hal ini disampaikan dalam pernyataan sikap yang ditujukan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Rabu (12/12/2018).
Hal ini disampaikan oleh, Rozi Andika selaku kordinator lapangan kepada wartawan ranahriau.com, dalam kesempatan itu Rozi menyatakan bahwa ketetapan ini sebagai wujud dari hasil keputusan Musypimwil Muhammadiyah yang dilaksanakan pada 11 November 2018 yang lalu, "ini merupakan langkah kongkrit untuk mewujudkan keputusan Musypimwil tersebut, yang sudah disetujui oleh seluruh peserta Musypimwil maka keputusan ini bersifat mutlak dan harus segera dilaksanakan", ujarnya.
Oleh karena itu menurut rozi, seluruh Angkatan Muda Muhammadiyah meminta tegas kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau agar segera menerbitkan surat pemberitahuan kepada Sdr. Mubarak selaku rektor agar segera mengundurkan diri secara ikhlas.
Rozi mengatakan hal ini tidak ada sama sekali berhubungan dengan kasus yang menimpa rektor sebagaimana yang telah diberitakan oleh media lokal maupun nasional, "itu hanya kebetulan, intinya kita meminta tegas agar keputusan muspimwil ini segera dilaksanakan. ", ungkapnya.
Permintaan Angkatan Muda Muhammadiyah ini ditanggapi oleh seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau yang hadir dalam rapat tersebut, DR. H. Saidul Amin, MA selaku Pejabat ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut, "saya rasa apa yang menjadi keresahan angkatan muda merupakan keresahan yang sama di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, oleh karena itu jika diberi pilihan untuk mentaati keputusan pimpinan pusat YANG BERTENTANGAN DENGAN HASIL MUSYPIMWIL atau permintaan angkatan muda, maka saya akan memilih keputusan angkatan muda", ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jabarullah ketua Pemuda Muhammadiyah Riau Periode 2009-2014 menambahkan disela-sela pertemuan dgn Pimpinan Muhammmadiyah Wilayah Riau, "jika tuntutan memberhentikan mubarak tidak direalisasikan dalam 1 minggu kedepan maka kami kader dan AMM sudh punya cara sendiri untuk memberhentikanya", ujarnya.
Kedepannya menurut Rozi, Forum Pengawal Hasil Musypimwil Muhammadiyah Riau akan tetap komitmen untuk terus melakukan desakan baik kepada pimpinan Muhammadiyah Wilayah Riau maupun Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk segera menetapkan kebijakan sebagaimana tuntutan mereka, "ini mutlak dan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi, kita akan terus memperjuangkan hal itu", ungkapnya mengakhiri pembicaraan.
Reporter : Saleh


Komentar Via Facebook :