Pilkada Kota Dumai 2015

Perang Bintang Merebut Kursi Nomor Satu Kota Dumai

Perang Bintang Merebut Kursi Nomor Satu Kota Dumai

DUMAI, RanahRiau - Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Dumai tahun 2015 ini. Berdasarkan Perppu No. 1 Tahun 2014 dan Perppu No. 2 Tahun 2014 KPUD Kota Dumai akan melaksanakan Pilkada serentak bersama dengan 204 daerah lainnya se-Indonesia.

Dan Informasi yang berkembang partai politik di Kota Dumai sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengusung jagoannya dengan mulai menerima pendaftaran balon Walikota yang akan diusung oleh parpol di Pilkada Kota Dumai mendatang.

Sekretaris Lembaga Pemantau Pemilu Indonesia, Ilham Kelana, mengatakan bahwa hasil survey pra-pilkada yang di lakukan secara independen di Kota Dumai (22/02/15) lalu, sudah muncul sejumlah nama populer di masyarakat, dan mereka akan maju untuk merebut kursi nomor satu di Dumai.

Nama-nama tersebut antara lain adalah dr H.Agus Widayat. Agus adalah incumbent (Wakil Walikota 2010-2015). Selain sebagai seorang birokrat, karier politiknya cukup moncer dan didapuk sebagai sebagai Ketua DPC Partai NasDem Kota Dumai.

Agus saat ini cukup populer di Kota Dumai disamping Walikotanya sendiri yakni Khairul. Hal ini di tambah lagi dengan masuknya Agus Widayat sebagai calon Wagubri berpasangan dengan Herman Abdullah pada Pilgub 2013 lalu. Meskipun harus menerima kekalahan dari pasangan yang diusung oleh Golkar yakni Anas Ma'mun dan Arsyadjuliandi Rachman.

Selain Agus, nama lain yang tidak kalah populer adalah Zulkifli As, mantan Walikota Dumai periode 2005-2010 juga masih sangat diperhitungkan untuk mmenjadi bakal Calon Walikota Dumai. Zulkifli sendiri masih memiliki basis massa Dumai, meski pada pemilihan legeslatif 2014 lalu dirinya tidak berhasil lolos menjadi anggota DPR RI ia masih memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk bertarung di Pilkada nanti.

Menurut Ilham dari dua nama tersebut, kemungkinan akan lolos untuk menjadi calon Walikota hanya akan satu, karna dua figur ini berasal dari partai yang sama."Kalkulasi politiknya partai Nasdem akan berkoalisi dengan partai lainnya untuk memenuhi syarat 20% jumlah kursi di DPRD, artinya jika ingin mengusung kader nya menjadi Walikota, Nasdem harus berkoalisi dan hanya mengeluarkan satu nama diantara dua orang tersebut.


Sementara itu nama petinggi partai PDI-Perjuangan Kota Dumai Tito Gito, juga disebut akan maju dalam pilkada Kota Dumai kali ini. Karena keberhasilannya, tito yang juga sebagai pemuncak perolehan suara terbanyak di Kota Dumai, ia juga sudah dianggap pantas" paparnya.

Sedangkan untuk partai Demokrat kabarnya akan mengusung nama kadernya sendiri Eko Suharjo, Eko yang dulu menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Dumai juga diklaim memiliki peluang yang cukup lumayan. Keberhasilan Eko menembus kursi DPRD Riau dianggap sebagai salah satu modal untuk maju dan merebut kursi Walikota Dumai.

Disamping nama-nama populer terseut ada lagi nama baru yang akan mengisi bursa Pilkada kali ini, nama Dr.Ikhsan yang merupakan seorang dosen di Universitas Riau sudah mulai mencuat, Dr. Ikhsan yang mahir dalam tehnik konstruksi dan tehnik tata kota dianggap bebeerapa kalangan mampu untuk memipin Dumai kedepan. Dan kabarnya, ia juga sudah mengantongi surat dukungan dari salah satu partai politik. Dr. Ikhsan sendiri meyakini memiliki basis suara yang militan, selain kalangan muda dan mahasiswa, sejumlah masyarakat Dumai yang menginginkan perubahan berpandangan Walikota mendatang harus ditukar oleh kalangan profesional dan akademis.

Harapan masyarakat ini cukup relevan. Agar sistem pemerintahan kedepan lebih baik dan berjalan dengan bersih dan akuntabel. Majunya kalangan akedemis dan propesional merupakan harapan baru, agar serapan anggaran APBD kota dumai tepat sasaran.

Hasil survey yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemantau Pemilu Indonesia juga mengeluarkan sejumlah nama lainnya. yakni Agus Purwanto, dari kesukuan jawa. H Andi Firman kesukuan bugis. SW Simanungkalit dari batak. Awaludin dari etnis tionghoa. Dan untuk melayu, Wan Syamsir Yus juga akan kembali bertarung memperebutkan kursi Walikota Dumai, setelah dirinya pensiun dari kursi Sekda Propinsi Riau.

Hanya saja, lanjut Ilham berdasarkan aturan serta melihat konstalasi politik lokal dan politik nasional, diperkirakan sederetan nama akan mengerucut sampai 3 atau 4 nama saja. "Dan nantinya masyarakat Kota Dumai hanya akan memilih Walikotanya saja, sementara wakilnya akan dipilih oleh Walikota yang memenangkan helat pilkada kota dumai, sesuai amanat Perppu No. 1 Tahun 2014 yang sudah mulai berlaku," jabarnya.

Ilham Kelana optimis Pilkada kali ini akan berlangsung satu putaran saja. Hal ini dikarenakan konstalasi politik nasional hingga detik ini, mengisyaratkan kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan all out merebut suara di akar rumput, walaupun akan ada sejumlah oknum partai bermain mata dan bermain dua kaki antar dua kubu, atau dapat diistilahkan broker pilkadanya kota dumai.

Sedangkan LIPPI Propinsi Riau telah meminta kepda LIPPI Kota Dumai, untuk berperan aktif dalam memantau perhelat pilkada Kota Dumai mendatang.

Tentunya LIPPI Kota Dumai yang di ketuai oleh J Hariyanto, Diharapkan mampu berkordinasi dengan pihak KPUD Kota Dumai. setidaknya segera mendaftarkan diri sebagai salah satu lembaga pemantau resmi dan membentuk panitia disetiap KPPS.

"Setidaknya keberadaan LIPPI di Dumai diharapkan dapat menjadi mitra KPUD, PANWAS dan lembaga terkait lainnya untuk bersama menciptakan pilkada yang bersih, berdaulat dan bermatabat tanpa saling hujat." Pungkasnya. (bid)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :