Teknologi Bisnis

Teknologi Ini Bakal Ramai di 2015-2020

Teknologi Ini Bakal Ramai di 2015-2020

Ilustrasi Teknologi yang Bakal Ramai di 2015-2020 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, Ranah Riau - Perusahaan teknologi, Ericsson mengungkapkan bahwa setidaknya akan terdapat sejumlah tren teknologi yang bakal berjaya di 2015. Beberapa di antaranya ialah adopsi smarthome dan smartcity.

Menurut Thomas Jul, Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia, berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, konsumen menunjukan minat yang tinggi untuk memiliki rumah impian dengan sensor-sensor yang mampu mengetahui masalah pada kelistrikan dan air.

Sementara mengenai kota cerdas atau smartcity, menurut Thomas itu adalah hal yang sangat menarik. "Banyak kecerdasan yang sebenarnya terjadi sebagai efek samping dari perubahan perilaku masyarakat sehari-hari. Internet memberikan kita lebih banyak informasi, tinggal giliran kita membuat keputusan yang lebih baik," ucapnya ketika mempresentasikan penelitian tersebut di hadapan para wartawan di Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, konsumen percaya akan peta volume lalu-lintas, penggunaan aplikasi perbandingan energi serta teknologi pemeriksaan kualitas air secara real time, yang diprediksi akan menjadi sangat umum di 2020.

Kemudian layanan dompet digital atau mobile payment. Sekira 48 persen pengguna smartphone lebih menginginkan untuk menggunakan ponsel mereka sebagai alat pembayaran barang dan layanan. Sekira 80 persennya percaya smartphone akan menggantikan dompet konvensional pada 2020.

Konsumen juga menyambut baik ide untuk memiliki robot pelayan untuk meringankan tugas sehari-hari mereka di rumah. Sekira 64 persen meyakini hal tersebut akan sangat umum pada 5 lima tahun mendatang.

Penggunaan smartphone dan perangkat pintar sebagai alat pengukur kesehatan juga akan menjadi lebih booming. Aplikasi untuk jogging, pendeteksi detak jantung, dan penghitung kalori makanan dipercaya dapat memperpanjang usia seseorang hingga dua tahun per aplikasi.

Hal yang juga tidak kalah unik, lanjut Thomas, adalah berkaitan dengan tren ekonomi berbagi. Ide ini merujuk pada tren pengguna smartphone yang menyewakan ruang kosong, peralatan rumah tangga pribadi, dan peralatan hiburan mereka selama tidak mengganggu dan mampu menghasilkan uang.

Menurutnya, ide ekonomi berbagi memiliki potensi yang besar karena penggguna memiliki kemudahan untuk berbagai informasi dengan internet secara lebih efisien di masa mendatang. (Okz)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :