Sebanyak 67 Pemuda Dumai Mengikuti Pelatihan Profesi Yang Diselenggarai Oleh Pertamina

 Sebanyak 67 Pemuda Dumai Mengikuti Pelatihan Profesi Yang Diselenggarai Oleh Pertamina

Dumai, RanahRiau.com- Sebanyak 67 pemuda Dumai usia produktif mengikuti pelatihan safetyman dan welder SMAW 3G untuk mendapatkan sertifikasi profesi berstandar internasional, diselenggarakan Pertamina RU II selama enam hari.
     
General Manager Pertamina RU II Dumai Otto Gerentaka mengatakan, pelatihan profesi ini merupakan program sosial kemasyarakatan atau CSR dijalankan perusahaan di bidang pendidikan, mengingat banyak hadirnya perusahaan industri ke daerah itu.
     
"Program ini diharap dapat menyediakan tenaga kerja industri berstandar internasional untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, dan juga membantu menekan angka pengangguran daerah," kata Otto, Jumat.
     
Peserta pelatihan berasal enam kelurahan Dumai ini nantinya akan memiliki sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan dapat menjadi modal besar untuk turut berperan aktif memajukan perindustrian lokal maupun bekerja diluar kota.
     
Kegiatan perdana Pertamina RU II ini didasari keinginan perusahaan untuk menyiapkan tenaga kerja handal dan kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja, juga karena kehadiran investasi industri tidak dibarengi ketersediaan pekerja terampil.
     
"Lulusan program ini akan siap bersaing di dunia kerja dan dumai memiliki banyak pemuda dengan kemampuan profesional di bidang industri," sebut dia.
     
Unit Manager Communication dan CSR RU II taufikurachman menambahkan, program pelatihan ini berlangsung selama enam hari, dimulai 24 hingga 30 Agustus 2018, dan peserta akan mengikuti praktik latihan lapangan khusus 20 orang terbaik di lingkungan pertamina pada September depan.
     
"Peserta awalnya dijaring di tingkat kelurahan dan merupakan anak muda dengan rata rata usia 23 tahun," kata Taufik.
     
Komisaris PT Sigma Energi Indonesia Amirul Gusman menyebutkan, sebagai lembaga sertifikasi profesi, kelulusan para peserta akan dinilai dalam tiga aspek, yaitu pengetahuan, penampilan dan perilaku untuk meraih standar kompetensi kerja.
     
"Keuntungan peserta memiliki sertifikat ini ialah memenuhi standar managemen perusahaan dalam dan internasional karena memiliki keahlian dan keterampilan dibutuhkan sektor industri," ujar Amirul.

 

 

Sumber : Antarariau

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :