Masyarakat Desa Kuala Sebatu Menjerit Akibat Banjir Yang Tak Berkesudahan
Inhil, RanahRiau.com- Masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dusun Parit Panglima Hitam dan sekitarnya menjerit akibat banjir yang tak berkesudahan.
Menurut penuturan Alwi (57 tahun) selaku Kepala RT setempat saat dikonfirmasi menjelaskan banjir sekitar sudah 3 tahun lebih terhitung dari tahun 2015, Akibatnya aktifitas masyarakat terhambat. Baik bercocok tanam padi, sawit dan lain sebagainya.
"Kami berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil agar menyapa kami yang entah bagaimana nasib selanjutnya," ucap Alwi dengan kerut muka yang sedih, Rabu (11/4/2018).
Diketahui, semenjak masuknya PT Surya Dumai KeDesa Kuala Sebatu diperkirakan tahun 2012, seiring berjalannya waktu masyarakat Desa Kuala Sebatu yang berpenghasilan petani mulai mengalami kerusakan pada tanamannya, hingga saat ini banyak masyarakat yang tidak bisa bercocok tanam karna banjir tersebut. Kenapa tidak aliran sungai besar dari sungai batang tuaka parit minang, sampai sungai sejanda yang keluarannya kelaut tersebut buntu, akhirnya air tidak bisa mengalir kelaut sehingga mengakibatkan banjir yang tak berkesudahan.
"PT Surya Dumai harus mempunyai etikad baik sama kami," tegas Alwi.
Kemudian jika daerah tersebut terkena hujan, baik 1 jam atau lebih banjir bertambah naik sekurang-kurangnya setinggi 8.cm dari badan jalan dan surut air lama.
"Jika hujan akses jalan kami juga terputus untuk mencapai ketempat lain," tutupnya.
Reporter : Yanda


Komentar Via Facebook :