Dewan Akan Bentuk Pansus
NPL Nyaris 5 Persen, Kondisi BRK Tidak Sehat...
Pekanbaru, RanahRiau.com- Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby Menegaskan, Saat ini Non Perfoming Loan (NPL) Bank Riau Kepri (BRK) sudah mencapai 4,6% bahkan dari data yang diterima dari OJK sudah tembus di angka 5% yang artinya sudah tidak sehat. Hal ini dikatakannya kepada ranahriau.com, Selasa (27/3/2018) melalui sambungan selular.
"kan sudah saya tegaskan, Bank ini sudah sangat memprihatinkan, jika sebuah bisnis dengan keuntungan yang sudah jauh dari pertumbuhan tentunya tidak akan bisa bertahan lama, alias bakal Kolaps," Jelasnya.
Politisi hanura inipun mengatakan, persoalan BRK ini sebenarnya ada pada ketidak profesionalan sumber daya mulai dari tingkat direksi, ditambah dengan adanya beberapa kasus yang mengakibatkan kredit macet.
"Hal ini akibat banyaknya kasus kredit macet dan fiktif seperti kredit fiktif Rp 30 miliar Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sorek, Kabupaten Pelalawan. Kredit bermasalah Rp150 miliar, KCP Dalu - Dalu, Kabupaten Rokan Hulu). Kredit bermasalah Koperasi Majapahit Rp17 miliar, KCP Kabupaten Kampar. Kredit bermasalah XIII Koto Kampar Rp3 miliar. Penerbitan dan pembelian obligasi Rp1,4 triliun. Kredit bermasalah Rp20 miliar BRK Syariah Duri. Pembobolan Kredit BRK Ahmad Yani. Data ini saya juga sudah sampaikan ke sejumlah media," Bebernya.
Menurutnya, di dalam Direksi BRK itu sudah terindikasi adanya nepotisme yang bisa disebut dengan dinasti.
Namun, saat ditanyakan, siapakah yang dimaksud dinasti tersebut, Dirinya enggan untuk menjawab.
Wakil rakyat inipun menambahkan, Untuk menyelamatkan Aset Daerah itu, kata dia dibutuhkan pembentukan Panitia Khusus BRK (Pansus BRK).
Oleh karena itu, masih dijelaskan dia, dirinya akan menggalang dukungan untuk pembentukan pansus tersebut kepada setiap anggota dewan di provinsi untuk menyelamatkan Bank Riau Kepri.
"Kita akan galang dukungan dari teman-teman di DPRD Riau untuk membuat Pansus BRK," Imbuhnya.
Diakhir, Suhardiman pun meminta Jajaran Direksi dan investor segera mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Agar tidak tutup.
"ini harus segera Mengadakan RUPS untuk mengganti direksi kalau tidak mau tutup." Pungkasnya.
Reporter : Faisyal


Komentar Via Facebook :