Dibalik Turunya Pajak Pertalite di Riau, Ternyata Ini Yang Terjadi Sebelumnya...
Pekanbaru, RanahRiau.com- Meski sudah disepakati besaran Pajak Bahan Bakar Kendaran Bermotor Kebijakan (PBBKB) Provinsi Riau untuk bahan bakar jenis Pertalite sebesar 5 persen, namun proses yang terjadi dalam rapat panitia khusus (Pansus) sebelumnya sangatlah alot.
Dari total 16 Anggota Pansus, ada lima anggota dewan yang bersikeras untuk menolak adanya pajak tersebut. Hal ini disampaikan Anggota Pansus DPRD Riau tentang perubahan kedua Perda nomor 8 tahun 2011 tentang besaran Pajak Bahan Bakar Kendaran Bermotor Kebijakan (PBBKB) Provinsi Riau, Suhardiman Amby kepada wartawan, senin (26/3/2018) di ruang Komisi III.
"usulan nol persen tersebut melihat realita penderitaan rakyat Riau yang perkenomiannya terpuruk akibat mahalnya BBM jenis pertalite di Riau, mestinya sebagai status penghasil BBM, dan peduli dengan kondisi masyarakat Riau saat ini, seharusnya harga BBM di Riau lebih murah dari provinsi lainnya di Indonesia, Aneh saja jika Riau sebagai penghasil BBM harganya sama dengan Papua,” Paparnya Lugas.
Politisi Hanura Ini pun memandang, dirinya menolak pajak itu dengan alasan, mestinya Pemprov Riau mampu menggali potensi pajak lainnya jangan yang dilihat hanya BBM saja yang berdampak pada perekonomian masyarakat Riau.
"Pemprov Riau telah mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) BBM dari pemerintah pusat sebesar 15 persen. Lalu kenapa Pemprov Riau masih saja BBM yang dipajaki, mestinya pajak barang mewah saja yang dinaikkan kan jelas tidak membebani masyarakat miskin,” Sebutnya.
Kendati demikian, kata Suhardiman, karena sudah terjadi keputusan dari hasil voting dalam rapat pansus tersebut, maka dirinya hanya bisa kecewa dan mengikuti aturan yang ada.
"Ya dalam aturan itu kan jika ada perbedaan pendapat dan untuk mengambil keputusan nya harus dengan cara voting, maka sekarang kita ikuti saja, tapi setidaknya rakyat bisa melihat mana dewan yang pro rakyat dengan yang tidak." Tutupnya.
Sebagai Informasi, Berikut Nama nama Pansus DPRD Riau :
1. Suhardiman Ambi
2. Marwan Yohanis (Fraksi Gerindra)
3. Adriyan (Fraksi Gerindra),
4. Musyafak Asikin (Fraksi PAN),
5. Husaimi Hamidi (Fraksi PPP).
6. Sunaryo Wakil Ketua DPRD Riau, (Fraksi PAN)
7. Erizal Muluk (Fraksi Golkar),
8. Aherson (Fraksi Demokrat),
9. Yusuf Sikumbang ( Fraksi PKB),
10 Ramos Teddi Sianturi (Fraksi Golkar), S
11 Supriati (Fraksi Golkar)
12.Mamun Solihin (Fraksi PDIP),
13.Sugeng Pranoto (Fraksi PDIP),
14.Agus Triansyah (Fraksi Demokrat).
15.Syamsurizal
16.Aherson
Reporter : Faisyal


Komentar Via Facebook :