Luar Biasa... 3 Event Pariwisata Riau masuk kedalam top 100 Event Kemenpar
Jakarta, RanahRiau.com- Provinsi Riau kembali masuk top 100 event nasional Kemenpar. Tiga event tersebut yakni Bakar Tongkang, Bono dan Pacu Jalur, hal ini diumumkan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melaunching Calendar of Events Riau 2018 di Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata Jakarta, Senin (12/2/2018).
Acara itupun langsung dihadiri oleh Gubernur Riau Bapak Arsyadjuliandi Rachman, Wakil Gubernur Bapak Wan Thamrin Hasyim, serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau.
"Dalam launching kali ini, jumlah Calendar of Events Riau tahun 2018 sejumlah 67 Events, dengan 3 events masuk Top 100 Events Nasional yakni: Bakar Tongkang Rokan Hilir 29–30 Juni 2018, Pacu Jalur Kuantan Singingi 22–25 Agustus 2018, Festival Bono Pelalawan 24–25 November 2018," ujar Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman.
Menurut Fahmizal, Menpar Arief Yahya juga memberikan apresiasi, karena Provinsi Riau berhasil menjadi Juara Umum API (Anugerah Pesona Indonesia) 2017 lalu, "Menpar juga menyambut baik transformasi Riau menuju Pariwisata. Karena Riau ini kaya raya, memiliki komoditas yang berlimpah seperti Ikan (Bagansiapi-siapi), minyak mumi dan gas (Dumai dan Siak), serta Kelapa Sawit. Dan saat sedang kaya, investasi di industri baru menjadi sangat mudah yakni Pariwisata," tandasnya.
Lanjut Fahmizal, Riau sangat beruntung, karena dekat dengan market. Pariwisata itu kata dia, adalah tentang Proximity dan Culture.
"Kenapa beruntung? Karena Riau dekat dengan Singapura dan Malaysia. Tadi pak menteri juga kembali menekankan dalam penyelenggaraan CoE harus menggunakan kurator, koreografer, desainer, arranger professional tingkat nasional dan akan dibantu Kemenpar," ujarnya.
Kemenpar sendiri kata dia, telah memiliki Top 100 CoE 2018, dengan kriteria "Penyelenggaraan Profesional, Tepat Waktu dan Rutin".
100 Top Event itu terdiri dari 60 Event budaya, 30 alam dan buatan,10 Destinasi Prioritas. CoE terdiri atas Cultural Values dan Commercial Values. Commercial Values harus di-monetised (dihitung nilai ekonominya). Tunjuk konsultan.
"Untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, maka harus disediakan KEK, pak Gubernur juga siap menyediakan lahan sekitar 300 Hektare. Untuk Riau sendiri, akan dibangun KEK di Bono dan Pulau Rupat yang hanya 30 menit naik kapal ke Melaka," pungkasnya.
Sumber GoRiau.com
Acara itupun langsung dihadiri oleh Gubernur Riau Bapak Arsyadjuliandi Rachman, Wakil Gubernur Bapak Wan Thamrin Hasyim, serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau.
"Dalam launching kali ini, jumlah Calendar of Events Riau tahun 2018 sejumlah 67 Events, dengan 3 events masuk Top 100 Events Nasional yakni: Bakar Tongkang Rokan Hilir 29–30 Juni 2018, Pacu Jalur Kuantan Singingi 22–25 Agustus 2018, Festival Bono Pelalawan 24–25 November 2018," ujar Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman.
Menurut Fahmizal, Menpar Arief Yahya juga memberikan apresiasi, karena Provinsi Riau berhasil menjadi Juara Umum API (Anugerah Pesona Indonesia) 2017 lalu, "Menpar juga menyambut baik transformasi Riau menuju Pariwisata. Karena Riau ini kaya raya, memiliki komoditas yang berlimpah seperti Ikan (Bagansiapi-siapi), minyak mumi dan gas (Dumai dan Siak), serta Kelapa Sawit. Dan saat sedang kaya, investasi di industri baru menjadi sangat mudah yakni Pariwisata," tandasnya.
Lanjut Fahmizal, Riau sangat beruntung, karena dekat dengan market. Pariwisata itu kata dia, adalah tentang Proximity dan Culture.
"Kenapa beruntung? Karena Riau dekat dengan Singapura dan Malaysia. Tadi pak menteri juga kembali menekankan dalam penyelenggaraan CoE harus menggunakan kurator, koreografer, desainer, arranger professional tingkat nasional dan akan dibantu Kemenpar," ujarnya.
Kemenpar sendiri kata dia, telah memiliki Top 100 CoE 2018, dengan kriteria "Penyelenggaraan Profesional, Tepat Waktu dan Rutin".
100 Top Event itu terdiri dari 60 Event budaya, 30 alam dan buatan,10 Destinasi Prioritas. CoE terdiri atas Cultural Values dan Commercial Values. Commercial Values harus di-monetised (dihitung nilai ekonominya). Tunjuk konsultan.
"Untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, maka harus disediakan KEK, pak Gubernur juga siap menyediakan lahan sekitar 300 Hektare. Untuk Riau sendiri, akan dibangun KEK di Bono dan Pulau Rupat yang hanya 30 menit naik kapal ke Melaka," pungkasnya.
Sumber GoRiau.com


Komentar Via Facebook :