Mahasiswa Ilmu Ekonomi yang peduli terhadap Perlindungan Anak
M. Kamarul, Pemerintah harus peduli dengan masalah Perlindungan anak
Pekanbaru, RanahRiau.com- Ada banyak cara untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak, khususnya terkait perlindungan atas kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini, salah satunya dengan mengikuti kegiatan seminar yang bertemakan perlindungan terhadap anak, hal ini disampaikan oleh Kamarul, wakil Ketua II Fasilitator Forum anak Riau ini kepada wartawan RanahRiau.com saat ditemui di Stand Forum anak Riau, Hotel Pangeran Pekanbaru, rabu (07/02/2018).
pria yang juga mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Ekonomi fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau asal kabupaten Kepualauan Meranti ini, mengaku konsern dibidang perlindungan anak sejak 2013,"waktu itu saya mengikuti kegiatan seminar tentang perlindungan anak di kabupaten kepulauan meranti", ujarnya.
sejak dari mengikuti seminar tersebut beliau menjadi semangat untuk ikut bergabung kedalam forum perlindungan anak, menurutnya forum ini sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan suara anak dengan sistem keterwakilan dalam menyampaikan aspirasi anak di daerahnya hingga ketingkat yang lebih lanjut, "kita ingin agar hak anak seperti belajar, bermain, hak untuk hidup dan mendapat perlindungan serta hak untuk berpartisipasi bisa terpenuhi dengan layak dan semaksimal mungkin", ungkapnya.
oleh karena itu pria yang juga ikut dalam berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus ini berharap pemerintah harus lebih memperhatikan masa depan anak-anak dengan memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penyediaan sarana dan prasarana bermain anak yang ramah, "Tempat hiburan seperti taman yang sehat masih sangat minim dijumpai. Anak-anak sangat sulit mendapatkan taman bermain yang menyediakan fasilitas lengkap yang ramah dan sehat. Sehingga tak jarang anak-anak menghabiskan waktunya dengan berlibur ke mal-mal atau menghabiskan bermain di internet yang jelas tidak sehat, Asyik bermain internet tanpa pengawasan mengancam tumbuh kembang mereka karena di internet anak-anak bukan belajar lebih banyak bermain game online", ungkapnya.
dalam masalah pendidikan beliau juga berharap agar anak-anak jangan sampai terhambat untuk meraih pendidikan hanya gara-gara surat-surat kependudukan sulit dicapai. "Syukur pemerintah telah memberikan kemudahan bagi rakyat Indonesia untuk mengurus akta kelahiran", ujarnya menutup pembicaraan.
pria yang juga mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Ekonomi fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau asal kabupaten Kepualauan Meranti ini, mengaku konsern dibidang perlindungan anak sejak 2013,"waktu itu saya mengikuti kegiatan seminar tentang perlindungan anak di kabupaten kepulauan meranti", ujarnya.
sejak dari mengikuti seminar tersebut beliau menjadi semangat untuk ikut bergabung kedalam forum perlindungan anak, menurutnya forum ini sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan suara anak dengan sistem keterwakilan dalam menyampaikan aspirasi anak di daerahnya hingga ketingkat yang lebih lanjut, "kita ingin agar hak anak seperti belajar, bermain, hak untuk hidup dan mendapat perlindungan serta hak untuk berpartisipasi bisa terpenuhi dengan layak dan semaksimal mungkin", ungkapnya.
oleh karena itu pria yang juga ikut dalam berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus ini berharap pemerintah harus lebih memperhatikan masa depan anak-anak dengan memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penyediaan sarana dan prasarana bermain anak yang ramah, "Tempat hiburan seperti taman yang sehat masih sangat minim dijumpai. Anak-anak sangat sulit mendapatkan taman bermain yang menyediakan fasilitas lengkap yang ramah dan sehat. Sehingga tak jarang anak-anak menghabiskan waktunya dengan berlibur ke mal-mal atau menghabiskan bermain di internet yang jelas tidak sehat, Asyik bermain internet tanpa pengawasan mengancam tumbuh kembang mereka karena di internet anak-anak bukan belajar lebih banyak bermain game online", ungkapnya.
dalam masalah pendidikan beliau juga berharap agar anak-anak jangan sampai terhambat untuk meraih pendidikan hanya gara-gara surat-surat kependudukan sulit dicapai. "Syukur pemerintah telah memberikan kemudahan bagi rakyat Indonesia untuk mengurus akta kelahiran", ujarnya menutup pembicaraan.
Reporter Hafidz


Komentar Via Facebook :