Diserobot perusahaan, Masyarakat Koto Aman Curhat ke Gedung Wakil Rakyat Kampar
Bangkinang, RanahRiau.com- Ratusan masyarakat Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Persatuan
Desa Koto Aman menyerbu Gedung Wakil Rakyat di DPRD Riau, mengadukan
konflik tanah yang terjadi antara masyarakat dengan PT. Sekar Bumi Alam
Lestari.
"Kembalikan tanah kami yang telah
dirampas PT Sekar Bumi Alam Lestari seluas kurang lebih 1.400 hektare,"
ujar Koordinator Massa Aksi di Depan Gedung DPRD Riau, Kamis.
Adapun
tuntutan berikutnya yang disampaikan dalam orasi tersebut diantaranya
ukur ulang Hak Guna Usaha (HGU) PT Sekar Bumi Alam Lestari yang diduga
masyarakat tidak sesuai dengan HGU yang ditetapkan. Kemudian, status
KUOkan lahan yang telah dirampas perusahaan.
Masyarakat
mengklaim telah menyampaikan tuntutan haknya kepada pemerintah dari
Kecamatan hingga Kabupaten, namun tidak mendapatkan respon lanjutan.
"Kami
menjerit untuk mendapatkan perhatian pemerintah agar Wilayah kami atau
tanah kami yang selama ini digunakan untuk berkebun, mencari nafkah,
agar dikembalikan," ujarnya.
Masyarakat juga
mengklaim tanah mereka telah dikuasai orang asing. Sehingga penduduk
setempat berlaku seperti Tamu di Rumah Sendiri.
Orasi
masyarakat Kampar ini ditanggapi oleh Wakil Ketua DPRD Riau Kordias
Pasaribu didampingi Anggota DPRD Riau Ilyas HU, Suhardiman Amby serta
Taufik Arakhman.
"Kita akan tindaklanjuti laporan ini, akan kita bicarakan di Komisi terkait," ujar Kordias berupaya meredam aksi.
Dari
pantauan Antara,Puluhan Petugas Keaman yang tergabung dari Aparat
Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja mengawal berjalannya aksi
demonstrasi.


Komentar Via Facebook :