Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu yang diikuti oleh seratusan pelajar resmi ditutup
Pekanbaru, RanahRiau.com- Sosialisasi tunjuk ajar Melayu yang diikuti seratusan pelajar se Riau resmi ditutup. Kegiatan yang digelar selama dua hari, di Hotel Alpa, diikuti pelajar dengan antusias.
"Melalui tunjuk ajar Melayu, para pelajar tidak hanya mengenal soal kebudayaan Melayu, tapi juga mengamalkan nasehat atau petuah yang terkandung dalam tunjuk ajar tersebut," kata Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zein, Selasa (29/8/17).
Sosok yang dianggap memberi contoh sekaligus membuat tunjuk ajar Melayu tersebut, yakni almarhum Tengku Nasrudin Efendi atau yang biasa dikenal dengan Tennas Efendi. Putra Pelalawan yang pernah mengajar dan banyak karangan buku-bukunya menjadi rujukan di negara Malaysia sebagai sosok yang harus ditauladani.
Selain itu, melalui kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai bentuk pelestarian dari nilai-nilai kebudayaan. Jika tidak, generasi sekarang akan lupa hal-hal terkait dengan persoalan kebudayaan itu sendiri.
Pada hal, kebudayaan Melayu dan bahasanya telah banyak berjasa dengan negeri ini. Diantaranya sumbangsih terbesar menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, yang kemudian menjelma menjadi bahasa Indonesia.
Bahasa Melayu telah berkontribusi mempersatukan bangsa yang beragam agama dan suku ini. Begitu juga kandungan tunjuk ajar, jika dipahami dan diamalkan, akan mampu menjadikan pribadi yang baik.
Selain itu, Yoserizal juga banyak menyinggung soal Riau yang banyak menyimpan nilai-nilai sejarah. Seperti peninggalan kerajaan, prasasti atau lainnya yang memiliki nilai histori dimasa lalu.
Namun mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau ini jug mengkritis diantaranya banyak yang sudah dirubah nilai-nilai keasliannya. Hal ini menurutnya dianggap musibah kebudayaan.
"Kebudayaan adalah identitas. Di Riau banyak sekali peninggalan benda bersejarah. Tapi ada juga yang sudah tak lagi ada nilai sejarahnya, karena sudah dirubah. Ini adalah musibah kebudayaan bagi kami," ujar Yoserizal.
Pada hari pertama, tampil sebagai pembicara Taufik Ikram Jamil, Syafrudin Sei Gergaji. Fakrunas MA Jabar. Kemudian hari kedua, Ok Nizami Jamim, Zulkipli ZA, GP Ade Dharmawi. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Museum RI.
(RiauTerkini.com)
"Melalui tunjuk ajar Melayu, para pelajar tidak hanya mengenal soal kebudayaan Melayu, tapi juga mengamalkan nasehat atau petuah yang terkandung dalam tunjuk ajar tersebut," kata Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zein, Selasa (29/8/17).
Sosok yang dianggap memberi contoh sekaligus membuat tunjuk ajar Melayu tersebut, yakni almarhum Tengku Nasrudin Efendi atau yang biasa dikenal dengan Tennas Efendi. Putra Pelalawan yang pernah mengajar dan banyak karangan buku-bukunya menjadi rujukan di negara Malaysia sebagai sosok yang harus ditauladani.
Selain itu, melalui kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai bentuk pelestarian dari nilai-nilai kebudayaan. Jika tidak, generasi sekarang akan lupa hal-hal terkait dengan persoalan kebudayaan itu sendiri.
Pada hal, kebudayaan Melayu dan bahasanya telah banyak berjasa dengan negeri ini. Diantaranya sumbangsih terbesar menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, yang kemudian menjelma menjadi bahasa Indonesia.
Bahasa Melayu telah berkontribusi mempersatukan bangsa yang beragam agama dan suku ini. Begitu juga kandungan tunjuk ajar, jika dipahami dan diamalkan, akan mampu menjadikan pribadi yang baik.
Selain itu, Yoserizal juga banyak menyinggung soal Riau yang banyak menyimpan nilai-nilai sejarah. Seperti peninggalan kerajaan, prasasti atau lainnya yang memiliki nilai histori dimasa lalu.
Namun mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau ini jug mengkritis diantaranya banyak yang sudah dirubah nilai-nilai keasliannya. Hal ini menurutnya dianggap musibah kebudayaan.
"Kebudayaan adalah identitas. Di Riau banyak sekali peninggalan benda bersejarah. Tapi ada juga yang sudah tak lagi ada nilai sejarahnya, karena sudah dirubah. Ini adalah musibah kebudayaan bagi kami," ujar Yoserizal.
Pada hari pertama, tampil sebagai pembicara Taufik Ikram Jamil, Syafrudin Sei Gergaji. Fakrunas MA Jabar. Kemudian hari kedua, Ok Nizami Jamim, Zulkipli ZA, GP Ade Dharmawi. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Museum RI.
(RiauTerkini.com)


Komentar Via Facebook :