Sengketa Lahan Kebun PT.TBS Tak Kunjung Selesai, Picu Konflik Warga Tempatan

Sengketa Lahan Kebun PT.TBS Tak Kunjung Selesai, Picu Konflik Warga Tempatan

Kuansing, RanahRiau.com- Terjadi kesalah pahaman antara warga masyarakat Desa lubuk Ramo berinisial AK (30) sedang melakukan panen sawit yang telah di klaimnya sejak 8 tahun lalu,  karena tidak adanya kejelasan penyelesaian tentang status tanah miliknya yang sebelumnya dikuasai oleh PT.TBS sejak tahun 1999.

Hadir di TKP,  kepala desa Lubuk Ramo M. Fauzi, ketua BPD masdi, Tokoh masyarakat Duski samat, kanit serse Hainur Rasyid, SH, pihak PT.TBS. Humas tono, mayor marwan, Arifin.

Bermula saat penyerahan lahan untuk dikelolah oleh PT.Tri Bakti Sari Mas ( TBS ) dengan kesepakatan bagi hasil, namun setelah berjalan selama 11 tahun berlalu, PT.TBS tidak kunjung menyelesaikanya sehinga menjadi sengketa.

Dari keterangan yang dihimpun media, Saat itu warga bernama AK (30) warga Desa Lubuk Ramo sedang melakukan panen, didatangi oleh karyawan PT.TBS yang disebut TIM 9 dibentuk PT.TBS merupakan warga nias, dan dipersenjatai dengan senjata tajam, untuk menagkap warga yang menghalangi kegiatan PT.TBS.

dari hal ini lah menjadi pemicu gejolak konflik di wilayah hukum kuantan mudik, seolah adanya pembiaran oleh PT.TBS untuk merebut HAK masyarakat yang lemah seperti zaman kolonial penjajahan.

kekuatan PT.TBS yang tidak mempertimbangkan situasi aspek sosial dilingkunganya membuat masyarakat marah, dan masalah tersebut hanya salah satu contoh kasus yang mencuat saat ini,  dan banyak lagi konflik akan timbul seperti bola api yang siap terbakar jika PT.TBS tidak bijak menyikapi persoalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab sosialnya.

kejadian konflik tersebut berhasil diselesaikan secara damai oleh beberapa tokoh tempatan yang berusaha mencairkan suasana agar tidak terjadi konflik yang menimbulkan perkara dan korban yang lebih besar.

Hasil kesepakatan, akan di lakukan pertemuan selanjutnya karena desa yang terdampak bukan hanya desa lubuk ramo saja tetapi desa - desa lain di lingkungan  PT TBS di antaranya juga Desa Sangau yang menjadi lalu lintas pengangkutan mobil tangki CPO PT TBS yang sampai saat ini belum mendapat perhatian CSR perusahaan. (Eki).

 

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :