Gurauan Putin tentang Eks Direktur FBI James Comey
Jakarta, RanahRiau.com- Presiden Rusia Vladimir Putin membandingkan kasus pemecatan eks bos FBI James Comey dengan pembocor data intelijen Edward Snowden, dan bergurau bahwa Rusia bisa menawarkan suaka pada Comey.
Putin mengatakan perilaku Comey mencurigakan sebagai pejabat FBI, setelah dia membocorkan rahasia pertemuannya dengan Trump.
“Dia mengatakan tiba-tiba, bahwa dia merekam pembicaraan dengan presiden [Trump] dan menyebarkannya pada media, melalui seorang teman. Itu terdengar aneh,” kata Putin, seperti diberitakan AFP.
“Ketika kepala badan investigasi merekam pembicaraan dengan panglima tertinggi dan menyebarkannya ke media, bagaimana itu bisa berbeda dengan apa yang dilakukan Snowden?” dia menambahkan.
Putin menyebut perilaku Comey lebih tepat disebut sebagai aktivis sayap kanan yang berusaha membela sesuatu.
“Jika kemudian dia dihukum, Rusia dengan senang hati memberi suaka. Dia [Comey] harus tahu hal ini,” tuturnya.
Sebelumnya, Putin memberikan suaka pada Snowden setelah dia membocorkan data intelijen AS dan terlunta-lunta di Moskow karena paspornya tidak berlaku, saat dia bermaksud menyeberang ke Amerika Selatan.
Comey, di sisi lain, tengah memimpin penyelidikan FBI mengenai kolusi tim kampanye Trump dengan pihak Rusia, yang dipercaya menjadi kunci kemenangan Trump dalam pemilu.
Setelah dipecat oleh Trump, Comey membocorkan detail pertemuannya dengan sang presiden. Dalam rekaman itu, Trump mempertanyakan ‘loyalitas’ Comey dan memintanya menghentikan penyelidikan.
Putin menyebut perilaku Comey lebih tepat disebut sebagai aktivis sayap kanan yang berusaha membela sesuatu.
“Jika kemudian dia dihukum, Rusia dengan senang hati memberi suaka. Dia [Comey] harus tahu hal ini,” tuturnya.
Sebelumnya, Putin memberikan suaka pada Snowden setelah dia membocorkan data intelijen AS dan terlunta-lunta di Moskow karena paspornya tidak berlaku, saat dia bermaksud menyeberang ke Amerika Selatan.
Comey, di sisi lain, tengah memimpin penyelidikan FBI mengenai kolusi tim kampanye Trump dengan pihak Rusia, yang dipercaya menjadi kunci kemenangan Trump dalam pemilu.
Setelah dipecat oleh Trump, Comey membocorkan detail pertemuannya dengan sang presiden. Dalam rekaman itu, Trump mempertanyakan ‘loyalitas’ Comey dan memintanya menghentikan penyelidikan.
(CnnIndonesia.com)


Komentar Via Facebook :