Polda Riau Sebar 260 Plang Karhutla, 65 Orang Jadi Tersangka
Foto: Ist, Sumber : Net
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Polda Riau mengirimkan 260 papan peringatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk dipasang di lokasi bekas kebakaran yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran berulang sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pelepasan papan peringatan dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, didampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Asisten III Setdaprov Riau M. Job Kurniawan, serta unsur Forkopimda di Mapolda Riau, Rabu (28/10/2026).
Arman mengatakan, berdasarkan pemantauan kepolisian, saat ini tidak ditemukan titik api aktif di wilayah Riau. Meski demikian, personel tetap disiagakan di sejumlah daerah rawan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran baru.
“Walaupun karhutla di Riau sudah tidak ada, kita tetap menyiagakan langkah pencegahan dan mitigasi. Personel masih berjaga di titik masing-masing. Kita utamakan pencegahan karena mencegah lebih baik daripada memadamkan,” ujarnya.
Sebanyak 260 papan peringatan tersebut akan diprioritaskan untuk lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran, terutama kawasan yang terbakar akibat pembukaan lahan oleh perorangan.
Menurut Arman, pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari pembakaran lahan menjadi faktor penting agar kebakaran tidak kembali terjadi.
Polda Riau Tangani 61 Laporan Karhutla
Di tengah upaya pencegahan, Polda Riau juga melanjutkan penegakan hukum terhadap perkara karhutla.
Berdasarkan data yang disampaikan Kapolda, tercatat 61 laporan polisi dengan 65 orang tersangka, dengan luas lahan yang terkait dalam penanganan perkara mencapai 3.394 hektare.
Data tersebut menjadi perhatian dalam memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap dugaan pembakaran lahan. Kepolisian mengimbau masyarakat tidak menggunakan api untuk membuka lahan karena dampaknya dapat meluas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan, aktivitas, dan perekonomian warga.
Arman berharap pemasangan papan peringatan, kesiapsiagaan personel, dan partisipasi masyarakat dapat membantu menjaga Riau dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. “Kita sudah melakukan upaya terbaik untuk menjaga agar karhutla tidak terjadi. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :