Dari BIN ke Kursi Kapolda Riau, Arman Achdiat Bawa Misi Apa?

Dari BIN ke Kursi Kapolda Riau, Arman Achdiat Bawa Misi Apa?

Foto: Ist, sumber : Humas Awal bross

Arman Achdiat Jadi Kapolda Riau, Datang dari BIN: Kursi Baru, Pekerjaan Rumah Lama Menanti

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Tongkat komando Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali berpindah tangan. Irjen Pol Arman Achdiat dipercaya menjadi Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Herry Heryawan yang kini mendapat jabatan baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Pergantian tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi itu menjadi bagian dari pergeseran sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Polri. Polri menyebut rotasi tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi, penyegaran, kebutuhan organisasi, sekaligus pembinaan karier.

Namun bagi Riau, pergantian Kapolda bukan sekadar pergantian nama di papan kantor. Ada sederet pekerjaan rumah yang langsung menunggu Kapolda baru.

Arman datang dengan pengalaman panjang, tetapi Riau tentu bukan sekadar wilayah baru dalam daftar penugasannya.

Sebelum ditunjuk memimpin Polda Riau, Arman Achdiat tercatat sebagai Pati Baintelkam Polri dengan penugasan pada Badan Intelijen Negara (BIN). Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya setelah menjalani berbagai posisi di bidang lalu lintas, reserse, kewilayahan hingga penugasan di tingkat pusat.

Ia merupakan alumnus Akpol 1992. Dalam perjalanan kariernya, Arman pernah menjabat antara lain sebagai Kapolres Sumedang, Kapolres Karawang, Dirlantas Polda NTB, Dirlantas Polda Jawa Tengah, hingga sejumlah jabatan di lingkungan Mabes Polri.

Penugasan di BIN juga menjadi salah satu bagian yang menarik dari rekam jejak Arman. Ia tercatat mendapat penugasan tersebut sejak Januari 2025 sebelum akhirnya kembali mendapat jabatan strategis di struktur Polri sebagai Kapolda Riau.

Lalu, apa yang akan dibawa Arman ke Riau?

Pertanyaan itu tentu lebih menarik daripada sekadar siapa menggantikan siapa.

Riau memiliki karakter persoalan yang kompleks. Penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan, karhutla, illegal logging, illegal mining, persoalan perkebunan, konflik agraria, narkotika, hingga berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan isu yang terus membutuhkan perhatian.

Pada masa kepemimpinan Herry Heryawan, pendekatan green policing menjadi salah satu program yang cukup menonjol dalam penanganan persoalan lingkungan di Riau.

Kini, publik Riau tentu akan melihat apakah pendekatan tersebut akan dilanjutkan, dikembangkan, atau mendapatkan arah baru di bawah kepemimpinan Arman Achdiat.

Bukan cuma soal siapa yang menjadi Kapolda, tetapi apa yang akan dilakukan setelah duduk di kursi Kapolda.

Masyarakat tentu memiliki ekspektasi terhadap penegakan hukum yang transparan, pelayanan kepolisian yang mudah diakses, serta penanganan perkara yang profesional dan berkeadilan.

Di sisi lain, sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik membutuhkan kerja yang tidak sebentar. Karena itu, masa awal kepemimpinan Arman akan menjadi momentum untuk melihat prioritas yang akan dipilih Polda Riau.

Apalagi, Arman tidak hanya membawa pengalaman panjang dalam berbagai bidang kepolisian. Ia juga datang setelah menjalani penugasan pada lembaga intelijen negara.

Kini pertanyaannya sederhana: apa yang akan menjadi langkah pertama Kapolda Riau yang baru?

Publik Riau tentu akan menunggu jawabannya—bukan melalui slogan, tetapi melalui kebijakan, pelayanan dan penegakan hukum yang dapat dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Achmadi membenarkan adanya pergantian tersebut. Ia menyebut mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Untuk pelaksanaan serah terima jabatan, Polda Riau masih menunggu pemberitahuan dari pusat.

Dengan demikian, babak baru Polda Riau resmi dimulai. Arman Achdiat kini mendapat tugas memimpin kepolisian di provinsi yang memiliki persoalan keamanan, lingkungan dan penegakan hukum yang tidak sederhana.

Kursinya memang baru. Tetapi pekerjaan rumah Riau sudah lama menunggu.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :