Tragis! 5 Relawan Karhutla Tewas di TNBTS, Suraji Alami Luka Bakar 49 Persen

Tragis! 5 Relawan Karhutla Tewas di TNBTS, Suraji Alami Luka Bakar 49 Persen

Foto: Ist

PROBOLINGGO, RANAHRIAU.COM- Tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, menelan korban jiwa. Lima relawan dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman api, sementara seorang relawan lainnya, Suraji (44), mengalami luka bakar parah hingga 49 persen dari tubuhnya.

Suraji, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan hotel, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Selain mengalami luka bakar serius, ia juga dilaporkan mengalami infeksi paru-paru.

Informasi mengenai kondisi Suraji disampaikan oleh pihak humas RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Kamis (22/10/2026).

Terjebak Kobaran Api Saat Memadamkan Karhutla

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (15/10/2026) di kawasan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang termasuk wilayah TNBTS.

Saat itu, Suraji bersama sejumlah relawan dan petugas TNBTS berupaya memadamkan kebakaran hutan. Namun, situasi berubah menjadi bencana ketika mereka terjebak di tengah kobaran api.

Ketika tim pertolongan tiba di lokasi, tiga orang ditemukan telah meninggal dunia. Dua korban lainnya kemudian menyusul meninggal dunia, sedangkan Suraji berhasil selamat meskipun mengalami luka bakar serius.

Luka bakar yang mencapai sekitar 49 persen dari permukaan tubuh membuat Suraji harus mendapatkan penanganan medis intensif. Kondisinya semakin membutuhkan perhatian karena adanya infeksi paru-paru.

Risiko Besar di Balik Upaya Pemadaman Karhutla

Tragedi yang menimpa para relawan tersebut kembali memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi petugas dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi medan yang sulit, kobaran api yang dapat berubah arah, serta asap tebal berpotensi membahayakan keselamatan tim pemadam, terutama ketika api mengepung area operasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan prosedur keselamatan, pemantauan kondisi lapangan, ketersediaan jalur evakuasi, serta perlengkapan pelindung yang memadai bagi setiap personel yang terlibat dalam pemadaman.

Keselamatan petugas dan relawan harus menjadi prioritas dalam setiap operasi penanggulangan karhutla. Pengendalian kebakaran tidak hanya bertujuan melindungi kawasan hutan, tetapi juga memastikan setiap personel dapat menjalankan tugas tanpa mengabaikan risiko terhadap nyawa.

Di tengah upaya penanganan karhutla, tragedi di kawasan TNBTS ini menyisakan duka mendalam. Lima relawan kehilangan nyawa saat berupaya memadamkan api, sementara Suraji masih berjuang menjalani perawatan akibat luka bakar berat dan infeksi paru-paru.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :