6 Unit PETI Masih Beroperasi di Sekitar Venue Dayung Kebun Nopi, Polisi Diminta Bertindak
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) gencar di Desa Pantai dan Lubuk Ramo. Namun pemandangan miris justru terjadi di Desa Bukit Pedusunan. Di jantung Venue Dayung Kebun Nopi yang menjadi kebanggaan olahraga Riau, 6 unit rakit dompeng meraung bebas tanpa tersentuh hukum.
Ironisnya, lokasi yang digadang-gadang jadi ikon wisata olahraga Kuansing itu kini berubah menjadi kubangan limbah. Aroma pembiaran begitu menyengat di wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik.
Dari informasi yang berhasil dihimpun ranahriau.com di lapangan, aktivitas ilegal itu berlangsung terang-terangan. Siang dan malam, kurang lebih 6 mesin dompeng meraung mengeruk emas, seolah hukum tak lagi punya taring di venue kebanggaan tersebut.
"Ada sekitar 6 unit rakit PETI yang masih beroperasi persis di sekitar venue dayung Kebun Nopi. Sampai hari ini, belum ada penindakan sama sekali dari polisi. Alasannya klasik, mungkin karena belum ada laporan warga," ungkap Ikbal, mahasiswa Fakultas Hukum, kepada media ini, Senin (19/10/2026).
Menurut Ikbal, ini bukan lagi soal pelanggaran biasa. Ini adalah kejahatan lingkungan yang terorganisir. Setiap hari, limbah pekat dan lumpur hasil pengerukan mengalir langsung ke Danau Kebun Nopi. Air yang dulu jernih kebanggaan atlet dayung, kini berubah menjadi keruh pekat kecoklatan.
Ikbal menilai aktivitas ini sudah masuk fase kritis. Dalih mencari sesuap nasi tidak lagi relevan. Karena Ini sudah di titik kritis, dan bukan sekedar pelanggaran lagi, tapi ini pembantaian lingkungan terang-terangan.
" Yang harus ditangkap itu bukan cuma pekerja di rakit, tapi pemodalnya. Di lapangan, nama Ikbal tercatat memiliki 2 unit rakit , Yudi, Bacok, dan Lisuik masing-masing memiliki satu unit. Mereka disebut-sebut sebagai Pemodal. Ada satu unit lagi yang belum saya kantongi nama pemiliknya," tegasnya dengan nada geram.
Fakta di lapangan, kata dia, membuktikan bahwa penertiban selama ini hanya jadi macan kertas. Himbauan Kapolsek soal larangan PETI dianggap angin lalu.
"Buktinya mesin dompeng tetap meraung dari pagi sampai malam. Pemodal tidak takut sama himbauan Kapolsek. Setahu saya, beberapa bulan terakhir Polsek Kuantan Mudik belum pernah sekalipun turun ke TKP venue dayung untuk menindak," bebernya.
Ia mendesak aparat berhenti bermain drama formalitas. Masyarakat sudah bosan dengan aksi pencitraan tanpa penegakan hukum yang jelas.
"Jangan sampai masyarakat menilai polisi turun ke lapangan hanya untuk formalitas, foto-foto, lalu pulang tanpa proses hukum yang jelas. Kami butuh bukti, tangkap pelaku di lapangan sampai pemodal di balik layar," tutup Ikbal.


Komentar Via Facebook :