Perkuat Keimanan, Santri Lapas Bangkinang Istikamah Jalani Puasa Sunah Senin-Kamis

Perkuat Keimanan, Santri Lapas Bangkinang Istikamah Jalani Puasa Sunah Senin-Kamis

Foto: Ist

BANGKINANG, RANAHRIAU.COM- Semangat memperbaiki diri terus tumbuh di tengah santri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang. Melalui kegiatan puasa sunah Senin-Kamis dan buka puasa bersama di Masjid At-Taubah, para santri dibimbing untuk memperkuat keimanan, melatih kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin dan Kamis ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan. Tidak sekadar menjalankan ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para santri untuk belajar tentang kesabaran, rasa syukur, kebersamaan, dan pentingnya memperbaiki diri.

Suasana religius dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026). Momentum ini sekaligus mempererat silaturahmi antarsantri serta menumbuhkan semangat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Bangkinang, Arian Adibowo, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

Menurut Arian, pembiasaan menjalankan ibadah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan kedisiplinan, serta memperkuat kesabaran dan keimanan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan puasa sunah Senin-Kamis dan buka puasa bersama ini, kami berharap para santri dapat terus memperkuat keimanan dan ketakwaan, menumbuhkan rasa syukur, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pembinaan ini menjadi bekal berharga untuk membentuk pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” ungkapnya.

Pembinaan Keagamaan sebagai Jalan Memperbaiki Diri

Pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki makna lebih dari sekadar aktivitas ibadah. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran diri, memperkuat pengendalian perilaku, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Melalui puasa sunah, para santri belajar mengendalikan diri, menghargai waktu, meningkatkan kesabaran, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, kebersamaan saat berbuka puasa menghadirkan ruang untuk saling menguatkan dalam menjalani proses pembinaan.

Lapas Kelas IIA Bangkinang terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, religius, dan bermakna. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong para warga binaan untuk mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.

Pada akhirnya, proses pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang membuka kesempatan untuk berubah. Dari masjid, melalui ibadah dan kebersamaan, tumbuh harapan agar setiap santri dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih baik dengan bekal iman, akhlak, dan semangat memperbaiki diri.

Editor : RRMedia
Sumber : Humas
Komentar Via Facebook :