53 Suara Mengunci Kemenangan, Ahmad Fadli Siap Menakhodai UNRI 2026-2030

53 Suara Mengunci Kemenangan, Ahmad Fadli Siap Menakhodai UNRI 2026-2030

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Peta kepemimpinan Universitas Riau (UNRI) berganti nakhoda. Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D., keluar sebagai pemenang dalam pemilihan rektor periode 2026–2030 setelah mengantongi 53 suara dalam Rapat Senat Tertutup Pemilihan Calon Rektor UNRI, Selasa (13/10/2026).

Kemenangan ini bukan sekadar unggul angka. Ahmad Fadli berhasil meninggalkan dua pesaingnya dengan selisih suara yang cukup lebar. Dari total 94 suara yang masuk, mantan Dekan Fakultas Teknik UNRI itu meraup lebih dari separuh suara pemilih.

Papan rekapitulasi berbicara tegas. Ahmad Fadli mengumpulkan 53 suara, disusul Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., dengan 29 suara. Sementara Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si., harus puas di posisi ketiga dengan 12 suara.

Tak ada suara tidak sah maupun abstain. Seluruh suara tercatat masuk dalam perhitungan.

Angka-angka Pemilihan Rektor UNRI:

  • Prof. Ahmad Fadli: 53 suara

  • Dr. Mexsasai Indra: 29 suara

  • Prof. Dr. Jimmi Copriady: 12 suara

  • Tidak sah/abstain: 0 suara

  • Total: 94 suara

Dari Ruang Senat ke Panggung Pembuktian

Ketua Senat UNRI, Prof. Dr. Ir. Zulkarnaini, M.Si., mengapresiasi proses pemilihan yang berlangsung tertib dan demokratis.

“Dalam proses pemilihan rektor ini berjalan dengan baik, lancar, dan demokratis. Alhamdulillah, sesuai dengan harapan kita semua dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya saat memimpin rapat di Pekanbaru.

Proses pemilihan boleh saja selesai di ruang senat. Namun, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah kemenangan diumumkan. Sebab, memimpin perguruan tinggi bukan hanya perkara mendapatkan suara, melainkan juga bagaimana menjaga kepercayaan sivitas akademika dan membawa kampus menjawab tantangan zaman.

Ahmad Fadli kini dihadapkan pada ekspektasi besar: menjadikan UNRI bukan sekadar kampus kebanggaan Riau, tetapi juga institusi pendidikan yang diperhitungkan dalam persaingan nasional dan internasional.

Lima Agenda, Satu Tantangan Besar

Berbekal pengalaman sebagai Dekan Fakultas Teknik UNRI, Ahmad Fadli membawa agenda pengembangan kampus yang bertumpu pada lima program unggulan.

Pertama, riset yang tidak berhenti di rak perpustakaan. Penelitian dosen dan mahasiswa diarahkan agar menghasilkan inovasi yang menjawab persoalan masyarakat, memperkuat industri, serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal Riau.

Kedua, lulusan yang siap menghadapi zaman. Penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan digitalisasi layanan kampus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan sekaligus membangun tata kelola akademik yang lebih efisien.

Ketiga, mengejar pengakuan internasional. Peningkatan mutu tata kelola dan akreditasi internasional program studi menjadi salah satu agenda untuk memperkuat daya saing UNRI di tingkat global.

Keempat, kampus hijau yang bukan sekadar slogan. Pengembangan infrastruktur ramah lingkungan diarahkan untuk menghadirkan kawasan kampus yang modern, asri, dan mendukung kenyamanan proses belajar-mengajar.

Kelima, memperluas jejaring dan kemitraan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, serta institusi pendidikan luar negeri diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lima agenda tersebut menjadi pekerjaan rumah yang menunggu pembuktian. Sebab, visi besar sebuah perguruan tinggi tidak cukup diukur dari dokumen perencanaan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat.

Kemenangan Sudah di Tangan, Kepercayaan Harus Dijaga

Hasil pemungutan suara senat selanjutnya akan disampaikan kepada kementerian untuk menjalani proses pengesahan sebelum pelantikan resmi Rektor UNRI periode 2026–2030.

Dengan demikian, Ahmad Fadli telah memenangkan pemilihan di tingkat senat, tetapi tahapan administratif menuju pelantikan masih harus dituntaskan.

Kini, tantangan berikutnya bukan lagi soal siapa yang memperoleh suara terbanyak. Pertanyaan yang lebih penting adalah sejauh mana kepemimpinan baru mampu membawa UNRI melompat lebih jauh.

Sebab, 53 suara adalah tiket menuju kepemimpinan. Namun, warisan terbaik seorang rektor ditentukan oleh mutu pendidikan, kemajuan riset, integritas tata kelola, dan dampak kampus bagi masyarakat.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :