80 Ribu KDMP Dibidik, Baru 24 Ribu Jadi: Barang Sudah Dibeli, Koperasi Belum Beroperasi
JAKARTA, RANAHRIAU.COM – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menghadapi sorotan. Dari target pembangunan 80.000 unit, hingga kini baru 24.191 unit yang dilaporkan telah terbangun 100 persen.
Artinya, pembangunan fisik yang benar-benar rampung baru sekitar 30 persen dari target. Yang menarik, fasilitas untuk seluruh target 80.000 KDMP disebut sudah dibeli.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao De Sousa Mota, mengakui berbagai perlengkapan, mulai dari AC hingga perabotan, telah disiapkan. Namun karena sebagian besar KDMP belum beroperasi, barang-barang tersebut belum didistribusikan dan masih dititipkan di Kodim setempat.
Menurut Joao, pembelian dilakukan sekaligus sesuai target 80.000 unit karena proses produksi membutuhkan waktu berbulan-bulan. Selain itu, pembelian dalam jumlah besar dinilai membuat harga lebih murah.
Di tengah kondisi tersebut, persoalan lain muncul: verifikasi dan validasi (verval) KDMP belum beres.
Data dashboard Sistem Informasi Manajemen Koperasi mencatat dari 24.184 KDMP, belum satu pun dinyatakan lolos verval.
Padahal, cicilan pertama utang pembangunan KDMP dijadwalkan jatuh tempo pada akhir September 2026.
Pembangunan gedung dan pengadaan fasilitas 24.191 KDMP sebelumnya disebut telah menyerap sekitar Rp106 triliun, sementara skema pembiayaan program tersebut berasal dari pinjaman bank-bank Himbara sebesar Rp175 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya memastikan pemerintah siap membayar utang KDMP sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun. Ia meyakini Kementerian Koperasi telah menyiapkan skenario percepatan verval.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga mengatakan proses verval akan dipercepat agar pembayaran utang yang segera jatuh tempo dapat dilakukan.
Namun hingga kini, belum dijelaskan secara rinci berapa unit KDMP yang telah berhasil didorong untuk menyelesaikan proses tersebut.
Barang sudah dibeli. Utang mulai jatuh tempo. Gedung baru sekitar sepertiga target. Sementara verval belum mencatat satu pun unit yang lolos.
Pertanyaannya kini sederhana: seberapa siap 80 ribu KDMP menjalankan bisnis ketika sebagian fasilitasnya masih dititipkan dan proses verifikasinya belum tuntas?


Komentar Via Facebook :