Zapin Riau Guncang Panggung Selangor, Serai Serumpun Bawa Nama Indonesia ke Malaysia
Foto: Ist
Bawa Zapin Riau ke Selangor, Serai Serumpun Perkuat Jejak Budaya Melayu Indonesia-Malaysia
SELANGOR, RANAHRIAU.COM- Seni budaya menjadi jembatan yang kembali mempertemukan Indonesia dan Malaysia. Kali ini, Serai Serumpun Riau membawa nama Provinsi Riau ke panggung budaya Malaysia melalui penampilan Zapin Melayu Riau dalam Festival Dongeng Purbakala di Dewan Hamzah Klang, Selangor.
Delegasi kebudayaan asal Riau tersebut hadir atas undangan Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu Malaysia. Keikutsertaan Serai Serumpun Riau juga mendapat dukungan melalui Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan aktivitas kebudayaan sekaligus membuka ruang bagi seniman Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional di tingkat internasional.
Dalam festival tersebut, Zapin Riau menjadi salah satu persembahan utama. Alunan gambus, vokal, irama marwas dan gerak tari Zapin berpadu menghadirkan karakter khas seni Melayu Riau di hadapan masyarakat Selangor.
Serai Serumpun Riau Bawa Identitas Melayu Riau
Penampilan tersebut melibatkan sejumlah seniman Riau. Syed M. Syukri bertindak sebagai ketua delegasi sekaligus penabuh marwas. M. Aryan Maulana mengisi vokal, Ridho Fatwandi memainkan gambus, sementara Lina Sinuhaji dan Nadra Eka Putri tampil sebagai penari Zapin.
Permainan marwas turut diperkuat Salim Violin, Pauzul, Riyan Darmawan dan Sulaiman.
Kombinasi para seniman tersebut menghadirkan sebuah pertunjukan yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Melayu Riau kepada masyarakat Malaysia.
Ketua delegasi Serai Serumpun Riau, Syed M. Syukri, mengatakan kehadiran mereka di Selangor membawa misi kebudayaan yang lebih luas.
“Kami datang membawa nama Riau dan Indonesia melalui seni. Zapin adalah salah satu identitas budaya yang ingin kami perkenalkan. Kami ingin masyarakat di Malaysia melihat bahwa Zapin di Riau memiliki karakter, musikalitas dan tradisi yang terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Syukri, Zapin memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan masyarakat Melayu. Karena itu, membawa kesenian tersebut ke Malaysia menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kekayaan tradisi yang berkembang di Riau.
Didukung Dana Indonesiana
Syukri juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui dukungan Dana Indonesiana serta Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu Malaysia yang telah memberikan ruang kepada seniman Riau untuk tampil dalam festival tersebut.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya dukungan dari Dana Indonesiana, kami memiliki kesempatan untuk membawa karya dan kebudayaan Riau ke ruang yang lebih luas,” katanya.
Ia menilai keikutsertaan dalam festival internasional bukan hanya menjadi perjalanan sebuah komunitas seni, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat dunia.
Festival Dongeng Purbakala Jadi Ruang Pertukaran Budaya
Festival Dongeng Purbakala di Selangor tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku budaya untuk saling mengenal, bertukar pengalaman dan membangun jejaring kebudayaan.
Kolaborasi antara seniman Riau dan pelaku seni Malaysia memperlihatkan bahwa kesenian tradisional dapat menjadi bahasa yang mempertemukan masyarakat dari dua negara serumpun.
Bagi Syukri, kedekatan budaya Melayu antara Riau dan Malaysia merupakan modal penting untuk membangun kerja sama kebudayaan yang lebih luas.
“Kita boleh berbeda negara, tetapi kebudayaan Melayu memiliki banyak titik temu. Seni adalah jembatan yang sangat kuat untuk mempererat hubungan itu,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama kebudayaan antara Riau dan Malaysia dapat terus dikembangkan melalui pertunjukan seni, workshop, pameran, pertukaran seniman hingga dokumentasi warisan budaya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan dengan mengenang tradisi masa lalu. Warisan budaya harus terus dimainkan, dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Jangan sampai warisan yang kita miliki hanya menjadi kenangan. Tugas kita adalah menjaga, menghidupkan dan mewariskannya,” tegas Syukri.
Dari Riau ke Selangor, Zapin Jadi Jembatan Persaudaraan
Kehadiran Serai Serumpun Riau di Festival Dongeng Purbakala menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki ruang penting dalam membangun hubungan antarnegara.
Melalui Zapin Riau, gambus, marwas dan lantunan musik tradisional, para seniman Riau membawa identitas daerah sekaligus memperkuat hubungan budaya Indonesia-Malaysia.
Dari Riau menuju Selangor, seni akhirnya menjadi bahasa yang melampaui batas negara—mempertemukan masyarakat melalui akar budaya Melayu yang sama dan semangat persaudaraan serumpun.


Komentar Via Facebook :