Gus Kikin Tegaskan NU Punya Kompas, Tak Akan Jadi Tunggangan Politik

Gus Kikin Tegaskan NU Punya Kompas, Tak Akan Jadi Tunggangan Politik

Foto: Ist

JOMBANG,RANAHRIAU.COM– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menegaskan pentingnya persatuan seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus memastikan organisasi memiliki pedoman yang menjadi kompas dalam menjalankan gerakannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin dalam merespons isu mengenai kekhawatiran agar NU tidak menjadi tunggangan kepentingan politik.

Menurut Gus Kikin, NU memiliki manhaj dan Qanun Asasi yang menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi. Karena itu, arah perjalanan NU tidak semestinya ditentukan oleh kepentingan politik sesaat.

“NU memiliki kompas, memiliki manhaj dan Qanun Asasi yang harus dijalankan,” tegas Gus Kikin.

Ia menekankan bahwa kekuatan NU justru terletak pada persatuan dan kemampuan organisasi untuk merangkul berbagai elemen masyarakat.

Gus Kikin juga mengingatkan pentingnya membangun NU dengan semangat keterbukaan dan kebersamaan. Menurutnya, seluruh elemen NU harus diberikan ruang untuk bersama-sama membangun organisasi.

“Yang paling penting adalah persatuan warga NU. Kita harus terbuka, bersama-sama dan merangkul semua elemen,” ujarnya.

NU dan Tantangan Pemberantasan Korupsi

Selain persoalan organisasi dan politik, Gus Kikin turut menyoroti persoalan korupsi yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan hukum dan penegakan aturan, tetapi juga menyangkut moral manusia.

Karena itu, dari perspektif NU, penguatan nilai-nilai agama menjadi salah satu bagian penting dalam membangun moral masyarakat.

Gus Kikin berpandangan bahwa pendidikan agama harus mampu menumbuhkan kesadaran batin sehingga seseorang memiliki rasa takut kepada Tuhan ketika hendak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.

“Pemberantasan korupsi itu juga berkaitan dengan moral. Dari sisi NU, moral ini perlu diperbaiki melalui nilai-nilai agama agar masyarakat memiliki rasa takut kepada Tuhan,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan moral dan agama penting berjalan beriringan dengan sistem hukum dan penegakan aturan. Sebab, aturan yang kuat tetap membutuhkan manusia yang memiliki integritas untuk menjalankannya.

Kepengurusan PBNU Ditargetkan Rampung Sebulan

Sementara itu, Gus Kikin menyampaikan bahwa penyusunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 ditargetkan dapat diselesaikan maksimal dalam waktu satu bulan.

Namun, proses tersebut akan diupayakan lebih cepat agar roda organisasi segera berjalan dan program-program kerja dapat segera dilaksanakan.

Penyusunan kepengurusan menjadi salah satu pekerjaan awal setelah terpilihnya kepemimpinan baru PBNU.

Gus Kikin berharap proses tersebut dapat dilakukan dengan tetap mengedepankan semangat persatuan dan keterwakilan berbagai unsur dalam tubuh NU.

Dengan kepengurusan yang segera terbentuk, PBNU diharapkan dapat langsung bekerja menjalankan agenda organisasi sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi warga NU dan masyarakat secara lebih luas.

Bagi Gus Kikin, NU harus tetap memiliki arah yang jelas. Manhaj dan Qanun Asasi menjadi pedoman, sementara persatuan, keterbukaan, dan semangat merangkul seluruh elemen menjadi modal penting untuk membawa NU ke depan.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :