Peduli Dampak Asap Karhutla, Komunitas Ughang Mudiak Panjago Naghoghi Bagi-bagi Masker Gratis
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Kelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas Grup Whatsapp "Ughang Mudiak Panjago Naghoghi" menggelar aksi sosial pembagian masker gratis kepada masyarakat pengunjung Pasar Lubuakjambi. Ahad (30/8/2026.
Kegiatan bagi-bagi masker gratis ini di pusatkan di terminal Pasar baru Lubuakjambi, dan kawasan Simpang Badu, Desa Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.
Aksi ini merupakan bentuk kepedulian anak muda lintas desa terhadap menurunnya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Riau dan sekitarnya.
Kegiatan dipusatkan di titik strategis Simpang Badu, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Sasaran aksi adalah pengguna jalan, pedagang, serta warga yang masih beraktivitas di luar ruangan, khususnya di wilayah Kuantan Mudik lama yang meliputi Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, hingga Pucuk Rantau.
Sebanyak delapan pemuda penggerak turun langsung ke lapangan dalam aksi tersebut. Mereka adalah Robi Camdra dari Desa Lubuk Ambacang, Noval Hadi dan Elgi Gustiawan dari Desa Rantau Sialang, serta Trigo Ahnas Yares, Alfan Febrian, Zikri Sabani, Gaga Rudi, dan Rhafael Ananda Ramadhan dari Desa Banjar Padang.
Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengguna jalan yang melintas mengapresiasi kehadiran para sukarelawan muda sebagai bentuk simpati nyata di tengah ancaman kabut asap.
Salah seorang inisiator aksi, Robi Camdra, mengatakan kegiatan ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap kondisi udara yang mulai tercemar.
"Aksi bagi masker gratis ini didasari atas kepedulian bersama terhadap kondisi udara yang mulai tercemar. Pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan solusi perlindungan diri secara praktis kepada masyarakat," ujar Robi.
Diketahui, ancaman asap karhutla tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berbahaya bagi sistem pernapasan. Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang sangat rentan masuk hingga ke saluran paru-paru terdalam.
Tanpa perlindungan seperti masker, paparan debu dan asap dalam jangka pendek maupun panjang dapat memicu gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk selalu menggunakan masker untuk menyaring polutan dan partikel berbahaya sebelum terhirup ke organ pernapasan.


Komentar Via Facebook :