FKPMR Desak Pemerintah Riau Perkuat Kewaspadaan Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla

FKPMR Desak Pemerintah Riau Perkuat Kewaspadaan Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) meminta Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota, Satgas Karhutla, TNI, Polri dan BPBD meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring potensi fenomena iklim El Niño yang dapat memicu kondisi kering ekstrem.

Sikap tersebut disampaikan FKPMR setelah menghimpun berbagai informasi dan aspirasi masyarakat Riau terkait ancaman Karhutla dan potensi memburuknya kualitas udara di Bumi Lancang Kuning.

FKPMR menilai pengalaman Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran penting. Bencana tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memicu gangguan kesehatan masyarakat, terutama penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengganggu aktivitas pendidikan, perekonomian, transportasi udara, hingga merusak ekosistem.

Karena itu, FKPMR mendorong pemerintah dan seluruh unsur terkait meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan di wilayah rawan kebakaran, terutama kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

“Peningkatan kewaspadaan harus dilakukan sejak dini. Jangan sampai penanganan baru bergerak setelah kebakaran meluas dan asap sudah mengganggu masyarakat,” demikian sikap FKPMR dalam pernyataannya.

FKPMR juga meminta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU), Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), serta pemegang izin usaha berbasis lahan di Riau memastikan seluruh sarana dan prasarana pemadam kebakaran dalam kondisi siap digunakan.

Selain itu, perusahaan diminta meningkatkan pemantauan terhadap wilayah konsesi dan zona sepadannya serta turut membantu masyarakat sekitar dalam upaya pencegahan dan mitigasi Karhutla.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

FKPMR juga menyerukan kepada masyarakat Riau agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran.

Masyarakat didorong menerapkan Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan dan lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla.

FKPMR turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi kesehatan sebagai langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk akibat Karhutla.

Di sisi lain, tokoh adat, tokoh agama, ulama, pemuda dan organisasi kemasyarakatan diminta aktif memberikan edukasi mengenai bahaya Karhutla melalui mimbar keagamaan, majelis adat, forum warga dan berbagai ruang publik.

“Menjaga kelestarian alam merupakan amanah moral, adat dan budaya masyarakat Riau. Alam adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga keseimbangannya,” tegas FKPMR.

Fasilitas Kesehatan Diminta Bersiap

FKPMR juga meminta pemerintah dan pengelola layanan kesehatan, baik fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, mempersiapkan fasilitas medis, posko kesehatan, obat-obatan dan persediaan masker apabila terjadi penurunan kualitas udara.

FKPMR memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengendalian Karhutla.

Forum tersebut juga mengajak seluruh komponen masyarakat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mencegah serta menangani Karhutla.

Bagi FKPMR, pencegahan Karhutla bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian Bumi Lancang Kuning.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :