Jebol Lagi! Limbah PT SKA Racuni Sungai Batang Kering, Warga Kamang Baru Meradang

Jebol Lagi! Limbah PT SKA Racuni Sungai Batang Kering, Warga Kamang Baru Meradang

Kondisi sungai yang tercemar limbah pabrik PT SKA

SIJUNJUNG, RANAHRIAU.COM - Kolam limbah PKS PT Sumatera Karya Agro (SKA) jebol lagi. Limbah pekatnya tumpah dan meracuni Sungai Batang Kering, Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Sungai yang selama ini jadi sumber hidup warga, Rabu (20/8/2026). berubah jadi comberan raksasa. Hitam pekat, bau busuk menyengat, dan mematikan. Kapolsek Kamang Baru AKP Syafrinaldi, SH membenarkan kejadian itu.

"Benar, limbah PT SKA jebol dan mengalir ke Sungai Batang Kering dan berakibat air sungai keruh dan menghitam. Saya akan turun untuk melakukan pengecekan ke lokasi siang ini bersama Kanit Reskrim," tegasnya.

Namun fakta di lapangan jauh lebih mengerikan dari laporan. Ikan-ikan mati mengambang. Air yang biasanya jernih, kini hitam legam.

Warga Timpeh, Batang Karing, Jorong Banjar Tengah, dan Lubuk Kapiek sontak memadati Jembatan Batang Kering. Mereka marah. Mereka tak lagi bisa mandi, mencuci, bahkan sekadar menyentuh air sungai.

Rasa takut akan gatal-gatal dan penyakit kulit menghantui mereka. "Ini bukan musibah, ini kelalaian murni. Ini kejahatan lingkungan," teriak salah seorang warga di lokasi.

Bagi warga Kamang, Sungai Batang Kering adalah urat nadi. Untuk mandi, mencuci, dan hidup sehari-hari. Ketika sungai diracuni, hidup mereka pun ikut diracuni.

Kemarahan juga disuarakan Kepala Jorong Banjar Tengah, Wendra. "Untuk saat ini kami tidak bisa lagi menggunakan air sungai karena sudah tercemar limbah pabrik PT SKA. Di samping airnya keruh, saya takut kena penyakit kalau mandi di sini," ujarnya geram.

Yang membuat warga semakin muak, ini bukan yang pertama. Ini adalah kejadian kedua kalinya. Polanya sama. Air sungai tiba-tiba berubah drastis, lalu tercium bau menyengat yang diduga kuat luapan limbah PKS.

Masyarakat yang paling dirugikan, sementara perusahaan seolah tutup mata dan tetap meraup untung. Kini warga menuntut pertanggungjawaban total. Bukan sekadar permintaan maaf.

Mereka mendesak PT SKA jangan cuci tangan. Mereka juga menuntut pemerintah bertindak tegas, bukan hanya diam.

"Kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan, tolong audit total izin operasional pabrik PT SKA ini. Bila perlu, segera cabut izin operasionalnya. Jangan tunggu sampai rakyat jatuh sakit," desak warga dengan nada tinggi.

Warga menegaskan tidak akan tinggal diam. Jika insiden busuk ini terus berulang, mereka siap melawan. Cukup sudah rakyat kecil yang selalu jadi korban keserakahan korporasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Humas PT SKA, Siahaan yang telah terkonfirmasi via WhatsApp, masih bungkam.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :