Jalan Tapah Terendam Tiga Hari, Warga Desak Pemko Pekanbaru lakukan Overlay
Foto: Ist, penampakan air tergenang di hari pertama
Tiga Hari Tak Surut, Jalan Tapah Pekanbaru Berubah Jadi "Kolam", Warga Desak Pemko Segera Bertindak
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM – Genangan air yang menutupi Jalan Tapah, RT 01 RW 04, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, tak kunjung surut hingga tiga hari setelah hujan mengguyur kawasan tersebut. Kondisi ini memicu keluhan warga yang mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah.
Berdasarkan pantauan RanahRiau.com, genangan air masih menguasai badan jalan pada Kamis (30/7/2026). Permukaan jalan yang mengalami penurunan cukup signifikan membuat posisinya hampir sejajar dengan dasar parit di sisi jalan. Akibatnya, air hujan tidak mengalir ke saluran drainase, melainkan tertahan dan menggenang dalam waktu lama.
Pada hari pertama setelah hujan, badan jalan nyaris berubah menjadi aliran air yang memantulkan bangunan di sekitarnya. Memasuki hari kedua, genangan masih cukup dalam sehingga menyulitkan pengendara sepeda motor melintas. Hingga hari ketiga, air memang mulai berkurang, namun sebagian besar ruas jalan masih digenangi.
"Kami berharap jalan ini segera ditangani dengan dilakukan overlay atau peninggian permukaan jalan agar lebih tinggi dari parit. Kalau dibiarkan, genangan akan terus terjadi dan aspal akan semakin cepat rusak," ujar salah seorang perwakilan warga.
Menurut warga, persoalan tersebut bukan baru terjadi. Penurunan badan jalan sudah berlangsung cukup lama dan kondisinya semakin memburuk setiap kali musim hujan datang. Selain menghambat aktivitas masyarakat, genangan yang bertahan berhari-hari juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua.
Tak hanya itu, air yang menggenang berpotensi mempercepat kerusakan konstruksi jalan, merusak kendaraan yang melintas, hingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk yang dapat memicu berbagai penyakit.
Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan survei teknis untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Warga menilai peninggian badan jalan melalui pekerjaan overlay menjadi solusi paling efektif agar elevasi jalan kembali lebih tinggi dibanding saluran drainase. Dengan demikian, air hujan dapat mengalir lancar ke parit, genangan tidak lagi bertahan berhari-hari, dan kerusakan jalan dapat dicegah sejak dini.
Masyarakat berharap aspirasi ini segera mendapat perhatian, mengingat Jalan Tapah merupakan akses penting yang setiap hari dilalui warga, pelajar, dan pekerja. Penanganan yang cepat dinilai akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih besar di kemudian hari.


Komentar Via Facebook :