Venue Dayung Kebun Nopi Kuansing Jadi Surga Muda-Mudi Memadu Kasih

Venue Dayung Kebun Nopi Kuansing Jadi Surga Muda-Mudi Memadu Kasih

KUANTAN MUDIK, KUANSING - Sungguh ironis. Fasilitas olahraga bertaraf provinsi yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah kini berubah menjadi bangunan kumuh tak bertuan. Itulah potret terkini Venue Dayung Danau Kebun Nopi, di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.

Pantauan di lapangan, Sabtu (25/07/2026), kondisinya sangat memprihatinkan. Musholla dan sejumlah bangunan pendukung venue terlihat tak terurus, kotor, dan ditumbuhi semak belukar. Lebih parahnya, kusen aluminium pintu dan jendela musholla serta bangunan lainnya telah dirusak dan raib dijarah maling.

"Begini keadaan fasilitas venue dayung Danau Kebun Nopi saat ini. Dibangun menelan anggaran miliaran oleh Pemerintah Provinsi Riau, sekarang entah siapa yang mengurus. Terkesan tak bertuan," tegas Rio Karim, pemuda setempat yang membuka bengkel las tepat di depan dermaga venue.

Menurut Rio, pembiaran ini bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga memicu masalah sosial yang serius.

"Mulai dari pintu masuk venue, kiri-kanan jalan rumputnya sudah setinggi pinggang, menyemak, tidak sedap dipandang mata. Ini yang memancing kerawanan," ungkapnya.

Yang paling disorot Karim adalah tribun venue yang menghadap langsung ke danau. Karena lokasinya tersembunyi dari jalan raya, minim penerangan, dan dikelilingi semak tinggi, tribun tersebut diduga kuat menjadi sarang muda-mudi memadu kasih setiap malam minggu.

"Untuk anak muda yang lagi kasmaran bercinta di tempat ini memang sangat mendukung. Lingkungan semak berumput tinggi dan minim penerangan. Sangat rawan tindakan asusila," urainya dengan nada kesal.

Ia pun mendesak Pemangku Kepentingan, baik Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemda Kuansing untuk segera turun tangan, tidak hanya lepas tangan setelah membangun.

"Kami berharap Pemprov Riau dan Pemkab Kuansing jangan tutup mata. Kalau memang tidak mampu mengurus dan merawat venue ini, ya serahkan saja kepada pihak ketiga untuk dikelola," pintanya.

Menurutnya, venue ini masih sangat potensial jika dikelola dengan skema kerja sama sebagai destinasi wisata air.

"Pemda dapat tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD), venue dayung pun jadi terawat. Jangan sampai aset miliaran ini benar-benar jadi bangkai dan hilang tak bersisa," tutup Rio.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :