Dituding Sarang LGBT, Kafe di Belakang Mapolres Kuansing Bikin Warga Mual

Dituding Sarang LGBT, Kafe di Belakang Mapolres Kuansing Bikin Warga Mual

Ilustrasi aktivitas di warung remang-remang

TELUK KUANTAN - Keberadaan Kafe Izaa di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) diprotes warga. Kafe yang lokasinya berada di belakang Mapolres Kuansing dan hanya bisa diakses lewat jalan kompleks perkantoran Pemkab Kuansing itu diduga menjadi lokasi aktivitas yang meresahkan.

Informasi yang dihimpun, kafe tersebut disebut milik seorang mantan anggota Polri berinisial HB. Warga menduga lokasi tersebut menjadi tempat peredaran minuman beralkohol tanpa izin dan praktik penyediaan teman pendamping.

Keresahan memuncak setelah beredar dugaan perilaku tidak senonoh yang dilakukan pemilik kafe. Dugaan tersebut disampaikan warga yang mengaku melihat langsung dan merasa risih. Hingga kini dugaan tersebut masih berupa keterangan warga dan belum terverifikasi oleh aparat.

"Lokasi kafe itu sangat dekat dengan pusat pemerintahan dan Mapolres. Kami resah dengan aktivitas di dalamnya. Itu sudah menjadi rahasia umum. Kami minta pemerintah segera turun tangan memeriksa izinnya, termasuk soal minuman beralkohol," ujar seorang warga Teluk Kuantan yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Jumat (24/7).

Warga lain menilai pengawasan harus diperketat karena kafe berada di kawasan strategis. Mereka khawatir jika dibiarkan, akan menimbulkan persoalan sosial baru.

"Jangan sampai tempat seperti ini dibiarkan tanpa pengawasan. Kami minta segera ditutup dan diperiksa menyeluruh," kata warga lainnya.

Warga secara resmi mendesak Satpol PP, Dinas PTSP, dan Polres Kuansing untuk melakukan sidak terkait legalitas izin usaha, penjualan minuman beralkohol, serta aktivitas di dalam kafe.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik Kafe Izaa maupun dari Pemkab Kuansing dan Polres Kuansing terkait keluhan warga tersebut.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :