IMM Riau: Proses hukum Penganiayaan Mahasiswa harus Jalan Tanpa Intervensi
Foto: Ist, Sumber : Net
PEKANBARU RANAHRIAU.COM- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Luthfi Suhaz, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) yang menjadi korban kekerasan saat aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Riau. Penegasan itu disampaikan menyusul kunjungan Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau yang membesuk korban di rumah sakit, Rabu (24/6/2026).
Menurut DPD IMM Riau, kunjungan kepala daerah tersebut harus dipahami sebagai bentuk empati kemanusiaan dan kepedulian moral terhadap warga yang menjadi korban kekerasan. IMM menilai kehadiran Plt. Gubernur tidak boleh ditafsirkan sebagai upaya intervensi politik, langkah perdamaian di balik layar, maupun pelemahan terhadap gerakan mahasiswa yang saat ini tengah menuntut keadilan atas kasus tersebut.
DPD IMM Riau juga mengapresiasi pernyataan Plt. Gubernur yang menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian kasus kepada aparat penegak hukum. Organisasi mahasiswa itu menegaskan bahwa kepolisian kini memiliki tanggung jawab besar untuk membuktikan profesionalisme dan netralitas dalam mengusut tuntas kasus yang telah menjadi sorotan publik. IMM mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menggiring opini melalui spekulasi, narasi liar, atau pernyataan provokatif yang justru berpotensi mengaburkan fakta di lapangan.
Sementara itu, Pusat Bantuan Hukum (PBH) IMM Riau selaku kuasa hukum korban memastikan proses pelaporan pidana maupun pengaduan etik terhadap oknum aparat tetap berjalan. Direktur PBH IMM Riau, Yan Ardiansyah, SH, menegaskan bahwa perjuangan hukum tidak boleh dicederai oleh intervensi kekuasaan, intimidasi, tekanan psikologis, ataupun upaya kriminalisasi terhadap korban dan para saksi yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.
IMM Riau menegaskan bahwa diterimanya laporan oleh Polda Riau baru merupakan langkah awal dalam perjuangan panjang mencari keadilan. PBH IMM Riau mengaku terus menyiapkan alat bukti tambahan, termasuk rekaman video dan keterangan saksi, guna mempercepat identifikasi pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Di saat yang sama, seluruh kader dan aliansi mahasiswa diminta tetap solid dan siap meningkatkan tekanan publik apabila aparat dinilai lamban mengungkap pelaku serta tidak merespons tuntutan pencopotan Kapolresta Pekanbaru.


Komentar Via Facebook :