Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Tuai Protes Pengelola Dapur

Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Tuai Protes Pengelola Dapur

Foto: Ist, Sumber : Net

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah menuai penolakan dari para pengelola dapur MBG. Protes tersebut disampaikan oleh para pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI).

GAPEMBI menilai penghentian operasional MBG dilakukan secara sepihak dan berpotensi melanggar perjanjian kerja sama yang telah disepakati antara pemerintah dengan mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka berpendapat, kontrak yang telah berjalan seharusnya tetap dihormati meskipun sekolah sedang memasuki masa libur.

Selain persoalan kontrak, para pengelola dapur juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penghentian sementara program tersebut. Menurut mereka, ribuan pekerja dapur, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi bagian dari rantai pasok MBG berpotensi kehilangan pendapatan.

Kelompok petani dan peternak yang telah menyiapkan pasokan bahan baku untuk kebutuhan dapur MBG juga disebut ikut terdampak. Penghentian distribusi makanan secara mendadak dikhawatirkan membuat hasil produksi yang telah dipersiapkan tidak terserap pasar sebagaimana yang direncanakan sebelumnya.

Di tengah alasan pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran dan pembenahan tata kelola program, GAPEMBI mendesak BGN membuka ruang dialog dengan para mitra pelaksana. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan penghentian sementara MBG agar tidak menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih luas bagi petani, UMKM, dan pelaku usaha yang selama ini menopang pelaksanaan program tersebut.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :